Pilpres 2019

Video Prabowo Marah dan Pukul Tangan Pria Baju Batik yang Pegang Mobilnya Viral di Medsos

Sebuah video Capres Prabowo Subianto terlihat memarahi pria berbaju batik dan berpeci hitam yang memegangi mobilnya. Video itu viral di media sosial.

Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id - Sebuah video Capres Prabowo Subianto terlihat memarahi seorang pria berbaju batik dan berpeci hitam yang memegangi mobilnya.

Video itu viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Prabowo berada di dalam mobil dengan atap terbuka.

Di sampingnya terdapat beberapa orang yang mengikuti mobil tersebut sambil berjalan.

Beberapa kali Prabowo terlihat menyingkirkan tangan pria berbaju batik itu, juga terlihat sekali memukul lengan tangan pria tersebut. 

Belakangan, pria berbaju batik tersebut diketahui adalah pengawal calon presiden. Hal itu seperti yang diutarakan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

JK Tanggapi Survei Internal Elektabilitas Prabowo 54 %: Mau 100 % Kek. Kenapa Enggak Sekalian Aja

Kabar Sedih dari Vanessa Angel, Terungkap Alasan Bibi Ardiansyah Sang Pacar Meninggalkannya

Viral di Medsos, Gadis ini Nangis saat Ayahnya Menikah Lagi dengan Status Palsu, Saya Anak Bapak

Alasan Ahmad Dhani Tolak Jadwal Sidang Vlog Idiot Pagi Terungkap: Kasihani Saya Majelis Hakim

Lama Bungkam, Akhirnya Desy Ratnasari Komentari Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry

Dahnil Anzar menyebut, pria berbaju batik yang diperingatkan oleh Prabowo merupakan petugas pengaman yang telah bertindak kasar dan mendorong warga yang ingin mendekat.

"Saya informasikan, itu yang diperingati dengan tegas oleh Pak Prabowo adalah aparat pengaman yang kasar dan mendorong rakyat yang ingin mendekati Pak Prabowo," klarifikasi Dahnil Anzar.

Dahnil menambahkan, saat itu Prabowo memperingatkan petugas karena dinilai bertindak berlebihan.

Petugas pengaman tersebut mendorong ibu-ibu yang ingin mendekati Prabowo yang berdiri melalui atap mobil yang terbuka.

"Iya, (penjelasan) silakan lihat di Twitter," ujar Dahnil Anzar melalui pesan singkat, Selasa (12/3/2019).

Pidato capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di acara Silaturahmi Akbar di Regale Internasional Convention Centre, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (23/2/2019). Kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut memgambil tema
Pidato capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di acara Silaturahmi Akbar di Regale Internasional Convention Centre, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (23/2/2019). Kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut memgambil tema "Membangun Demokrasi yang Beradab, Menuju Indonesia Menang". (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Melalui akun twitter pribadinya @Dahnilanzar, Dahnil menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat Prabowo berkunjung ke Cianjur, Jawa Barat.

"Aparat pengaman yang diperingatkan dengan keras oleh Pak Prabowo itu diminta agar minta maaf ke rakyat," tutur Dahnil.

"Pak Prabowo bersikap tegas dan keras kepada aparat yang di depan mata beliau melakukan hal yang tidak pantas," pungkasnya. 

Foto-Foto Keanu Massaid Putra Adjie Massaid & Angelina Sondakh, Berusia 10 Tahun & Mirip Ayahnya

Fakta Baru Luna Maya Usai Ditinggal Nikah Reino Barack, Rumahnya Kerap Didatangi Pria Bermobil Mewah

Aksi Emak-Emak

Terpisah, adanya korban pelecehan seksual dan videonya viral di YouTube, membuat emak-emak di Surabaya turun jalan dan menggelar demo di depan Mapolda Jatim, Jumat (1/3/2019). 

Ratusan emak-emak tergabung dalam forum Solidaritas Perempuan Surabaya (SPS) menggelar aksi unjuk rasa #Save Mak Susi.

Demo ini sebagai bentuk dukungan terhadap Mak Susi alias Tri Susanti yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum Panwaslu di Surabaya.

Kejadian pelecehan seksual  itu terekam hingga videonya heboh dan viral di media sosial YouTube

Emak-emak berosasi sembari membentangkan spanduk dan poster yang berisi pesan #Save Mak Susi.

Siti Machmudah, Korlap unjuk rasa mengatakan, aksi ini bertujuan sebagai solidaritas sesama perempuan di Surabaya.

Pihaknya memberikan dukungan terhadap Mak Susi alias Tri Susanti yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum Panwaslu di Surabaya.

"Kami memberi support Mak Susi, agar dia tidak merasa sendiri.

Kita merasakan apa yang dia rasakan, dan pelakunya ini dari Panwaslu," ungkapnya usai berorasi di forum unjuk rasa tersebut.

Dia menjelaskan, tuntutan unjuk rasa ini mendesak pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk secepatnya mengusut sekaligus memanggil oknum Panwascam Kecamatan Bulak Surabaya yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap Mak Susi.

Pasalnya, pihaknya sudah melaporkan kejadian dugaan pelecehan seksual terhadap Mak Susi ke Polda Jatim.

Sesuai bukti laporan dari Kepolisian Nomor: TBL/ 161/ II/ 2019/ UM / Jatim Jumat tanggal 22 Februari 2019 tentang dugaan pelecehan seksual atau tindakan pidaman merusak kesopanan di muaka umum pasal 281 KHUP.

"Kita dari grupnya mak-mak ini intinya hanya ingin membantu Mak Susi agar tidak menghadapi ini secara sendirian. Kami berharap Polda Jatim mengusut kasus ini hingga tuntas," jelasnya.

Seperti yang diberitakan, terjadi pelecehan seksual terhadap aktivis perempuan pendukung Prabowo Sandi, yaitu Mak Susi Susi alias Tri Susanti).

Kejadian itu berawal, ketika Mak Susi menyambut kedatanganPrabowo Subianto calon presiden nomor urut 02 di Bulak Kejeran Kota Surabaya, Selasa (18/2/2019).

Saat itu mereka bertemu dengan pendukung Jokowi hingga berbuntut panjang.

Puncaknya, Mak Susi yang berada di barisan itu di pegang payudaranya oleh seorang pria yang diduga berasal dari oknum Panwascam Kecamatan Bulak, Surabaya.

Kejadian pelecehan seksual itu terekam hingga videonya heboh dan viral di media sosial YouTube.

Merasa pendukung Prabowo Sandi dilecehkan secara seksual korban melaporkan kejadin ini ke Mapolda Jatim.

Status Luna Maya & Faisal Nasimuddin Terbongkar, Hotman Paris Sampai Geregetan Soal Reino Barack

Kejanggalan Video Pre Wedding Syahrini dan Reino Barack Dibahas di Medsos, Terungkap Fakta ini

Akhirnya Terungkap Status Hubungan Gisel & Wijaya Saputra Mantan Agnez Mo, Ini Ramalan Denny Darko

Uang Rp 65 Juta Terkuras via Virtual Account, Nasabah BRI di Mojokerto Dilarang Lapor Polisi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved