Berita Kediri

Awal Mula Nenek 75 Tahun di Kediri Berpacaran Pemuda 26 Tahun yang Telah Membunuhnya

Nenek 75 tahun di Kediri tewas dibunuh oleh pemuda 26 tahun yang dipacarinya. Sebenarnya, bagaimana awal mula hubungan mereka hingga bertahan 5 tahun?

Awal Mula Nenek 75 Tahun di Kediri Berpacaran Pemuda 26 Tahun yang Telah Membunuhnya
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Dua pelaku pembunuhan mbah Mentil di Kediri saat digelandang ke kantor polisi. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sukinem alias Mbah Mentil, nenek 75 tahun di Kediri tewas di tangan pemuda 26 tahun yang belakangan diketahui memiliki hubungan asmara dengannya. 

Bahkan, dari penyidikan sejauh ini terungkap bahwa korban dan pelaku sudah menjalin hubungan selama lima tahun. 

Bagaimana hubungan ini dimulai?

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Andy PM menjelaskan, dari hasil penyelidikan memang pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara sejak 2013.

"Sudah 5 tahun pelaku dan korban menjalin hubungan spesial," ungkapnya.

Hubungan itu terjalin karena keduanya sering bertemu di pasar. Termasuk saat pelaku masuk ke kios korban pada Senin (28/1/2019) dini hari, korban yang membukakan pintu. Selama ini, biasanya pelaku menemui korban pada malam hari.

Namun dalam kasus pembunuhan Mbah Mentil, polisi fokus pada kasus pembunuhannya bukan pada kisah hubungan asmaranya atau kelainan seksualnya pelaku yang berhubungan dengan nenek-nenek.

Nenek 75 Tahun yang Tewas di Kediri Sudah 5 Tahun Berpacaran Dengan Pemuda yang Membunuhnya

Nenek 75 Tahun di Kediri itu Ternyata Dibunuh Kekasih Umur 26 Tahun. Korban Sempat Disetubuhi

Sementara Kapolresta Kediri, AKBP Antho Haryadi juga menegaskan, motif dari kasus pembunuhan Mbah Mentil karena pelaku ingin menguasai harta korbannya.

"Motif dari pembunuhan ini pelaku ingin memiliki perhiasan dan uang milik korban. Selain mengambil perhiasan, pelaku juga mengambil surat perhiasan," jelasnya.

Pelaku sudah mengetahui letak dimana korban biasa menyimpan perhiasan dan suratnya. Karena pelaku setiap bulan ketemu korban tiga sampai empat kali.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebagaimana pasal 339 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP.

Sementara barang bukti yang diamankan petugas dari tangan tersangka terdiri 1 DVD merk Polytron beserta 2 buah speaker, 19 kaset, uang tunai Rp 17.000, sebuah sepeda motor Mio warna merah nopol AG-3125-JN beserta kuncinya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved