Khofifah Gubernur Jatim Perempuan Pertama, Aisyiyah Berharap Suara Perempuan kian Terwakili

Khofifah Indar Parawansa adalah Gubernur Jatim pertama yang perempuan. Ketua PW Aisyiyah Jatim berharap suara perempuan kian terwakili.

Khofifah Gubernur Jatim Perempuan Pertama, Aisyiyah Berharap Suara Perempuan kian Terwakili
ist
Khofifah dan Emil Dardak dilantik di Jakarta, Rabu (13/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024 oleh Presiden Jokowi, Rabu (13/2/2019) di Istana Negara, Jakarta.

Ketua PW Aisyiyah Jatim, Siti Dalilah Candrawati berharap dengan dilantiknya Khofifah sebagai orang nomor satu di Jatim ini bisa lebih mewakili suara perempuan di Jatim

"Beliau kan pemimpin perempuan pertama di Jatim, dan saya yakin akan membawa model model kepemimpinan baru di Jatim yang insyaallah tangguh dalam menghadapi persoalan di Jatim, lebih mencerahkan, memberdayakan dan memajukan Jatim," kata Siti Dalilah, Rabu (13/2/2019).

Siti Dalilah juga berharap Khofifah dan Emil bisa meneruskan sinergitas yang sudah berjalan dengan baik dan harmonis antara Aisyiyah Jatim dengan Pemprov Jatim pada pemerintahan Pakde Karwo-Gus Ipul.

"Kami berharap ini terus berlanjut tentunya dengan model ibu gubernur dan gaya kepemimpinan perempuan yaitu dengan kepemimpinan ibu sejati," kata Siti Dalilah.

Kepemimpinan ibu sejati yang dimaksud Siti Dalilah adalah kepemimpinan yang penuh dengan kehangatan, kekeluargaan, bisa merangkul, seluruh komponen dan mengesampingkan golongan.

"Walaupun Bu Khofifah ini berlatar belakang Muslimat tapi kami juga selalu bergandengan tangan dengan Muslimat, saling menguatkan dan tidak pernah bersebrangan," kata Siti Dalilah.

Kedepan Siti Dalilah ingin Aisyiyah Jatim bisa bertemu untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan Khofifah dan Emil untuk bisa berkolaborasi dan sama-sama membangun Jatim.

"Ini penting karena Aisyiyah ini diakui secara nasional sebagai pelopor gerakan perempuan pertama di Indonesia, dan di Jatim Aisyiyah mempunyai kegiatan amal usaha yang jumlahnya sangat banyak mulai bidang kerohanian ekonomi kesehatan ekonomi sosial hukum ham budaya pendidikan anak dasar dan menengah sebagai wujud keberadaan organisasi dan dakwah," pungkasnya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved