Berita Surabaya

Video Viral Siswa SMP Gresik Tantang Guru Berakhir Maaf dan Air Mata, Ini Penjelasan Psikolog

Kasus Siswa SMP Gresik tantang Guru hingga berakhir air mata ternyata mengundang tanggapan dari Psikolog Hang Tuah Surabaya.

Video Viral Siswa SMP Gresik Tantang Guru Berakhir Maaf dan Air Mata, Ini Penjelasan Psikolog
TribunJatim.com/Willy Abraham
Video Viral Siswa SMP Gresik Tantang Guru Berakhir Maaf dan Air Mata, Ini Penjelasan Psikolog 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus Siswa SMP Gresik Tantang Guru honorer hingga berakhir air mata ternyata mengundang tanggapan dari Psikolog Hang Tuah Surabaya.

Kejadian Siswa SMP Gresik menantang gurunya di Wringinanom Gresik sempat viral. Setelah itu, mediasi pun dilakukan pihak Polsek Wringinanom untuk mempertemukan antara sang siswa dengan guru.

Siswa SMP Gresik yang menantang gurunya itu berinisial AA, sedangkan guru honorer tersebut bernama Nur Khalim. 

Viral Siswa SMP Tantang Guru Berkelahi di Gresik, Begini Penjelasan Psikolog Universitas Hang Tuah

Pasca Minta Maaf, AA Siswa SMP Gresik yang Hina dan Tantang Gurunya Tak Masuk Sekolah, Kenapa?

Psikolog Universitas Hang Tuah Surabaya, Dewi Mustami'ah menyebut, faktor utama adalah emosi anak yang tidak tertangani dengan baik di lingkungan tersebut.

Sebab, pendidikan menurutnya bukan hanya sebagai penyerapan ilmu tetapi juga pembelajaran pengelolaan emosi serta bersikap sosial di lingkungan sekolah.

"Ego itu muncul kuat sementara anak-anak ini tidak belajar mengontrol emosi dan kurang asupan pengelolaan berperilaku dan sikap tidak terdidik dengan baik dan tidak menyerap yang bagus, justru berperilaku berlawanan dari apa yang dimau sekolah," papar Dewi Mustami'ah di Ruang Dekanat Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, Senin (11/2/2019).

LINK VIDEO VIRAL di WhatsApp (WA), Siswa SMP di Gresik Lecehkan Guru Akhirnya Menangis Histeris
LINK VIDEO VIRAL di WhatsApp (WA), Siswa SMP di Gresik Lecehkan Guru Akhirnya Menangis Histeris (SURYA.CO.ID/YOUTUBE)

Sementara faktor lain, dapat dipengaruhi dari pola pengelolaan emosi dari keluarga maupun timbunan emosi yang belum terselesaikan.

"Apa pun, suatu peristiwa tidak berdiri sendiri. Bisa belajar dari modeling, meniru lingkungan dari yang dilihat dan didengar," kata Dewi.

Selain itu, juga lingkungan teman-teman seperti dalam video viral berdurasi sekitar 50 menit tersebut tampak bersorak dan terbahak menjadikan AA, siswa melawan guru tersebut sebagai aktor.

"Belum tentu dia berani melakukan jika sendirian, sehingga tidak menutup kemungkinan suport teman-teman rasanya menjadikan dia sebagai 'aktor' justru semakin berani dan menjadikan dia wow di lingkungan. Miris juga dan ini diviralkan," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved