Berita Malang

Air Bah Hancurkan Restoran Ringin Asri di Kota Malang, Tembok Jebol dan Kaca Pecah, Rugi Rp 200 juta

Rumah Makan atau Restoran Ringin Asri yang terletak di Jl Sukarno Hatta hancur lebur pascaditerjang banjir, Senin (11/12/2018) kemarin.

Air Bah Hancurkan Restoran Ringin Asri di Kota Malang, Tembok Jebol dan Kaca Pecah, Rugi Rp 200 juta
SURYA.co.id/Sofy Zibarani
Air Bah Hancurkan Restoran Ringin Asri di Kota Malang, Tembok Jebol dan Kaca Pecah, Rugi Rp 200 juta 

SURYA.co.id | BLIMBING - Rumah Makan atau Restoran Ringin Asri yang terletak di Jl Sukarno Hatta hancur lebur pascaditerjang banjir, Senin (11/12/2018) kemarin.

Di teras makan bagian depan kacanya pecah. Temboknya jebol dan sebagian kursi hilang terbawa arus. Dari sekian bangunan di Jl Sukarno Hatta yang terdampak banjir, Restoran Ringin Asri adalah paling parah.

Pemilik Restoran Ringin Asri, Hariadi menceritakan air bah datang dari barat restoran dan menjebol tembok. Usai tembok jebol, air masuk ke restoran yang letaknya lebih rendah. Memecahkan kaca dan menghanyutkan kursi serta meja.

Kebakaran Jenggot, DPP PAN Akan Pecat Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan yang Mbelot Dukung Jokowi

Wiranto Sebut TNI dan Polri Gunakan Granat untuk Kejar Kelompok Egianus Kogoya, Bukan Pakai Bom

"Ini awalnya tembok jebol karena air bah datang dari sini," ujar Hariadi sambil menunjukkan bekas tembok di sisi barat Restoran Ringin Asri, Selasa (11/12/2018).

Ketika hujan lebat turun, ia dan para pegawai restoran sedang berada di dalam. Kejadian ini adalah kali kedua yang dia alami. Pada 2011 lalu, Restoran Ringin Asri juga hancur akibat banjir.

"Saat banjir kita semua di dalam. Tahu-tahu air sudah masuk dan di depan itu temboknya jebol," kata Hariadi.

Ia mengatakan banjir terjadi mulai pukul 14.00. Saat itu, ketinggian air mencapai 2 meter. Barang dagangannya seperti rokok dan mie hanyut terbawa air.

Sound system yang biasa dipakai band Restoran Ringin Asri juga rusak karena terendam.

"Kerugian ditaksir Rp 150 juta-Rp 200 juta," katanya.

Usai banjir, Hariadi membaca berita klarifikasi Wali Kota Malang, Sutiaji yang menyebut petugas SDA Pemkot Malang lalai dan tidak menutup Dam UMM.

Sebenarnya kata Hariadi, banjir tersebut bisa dihindari jika saluran irigasi di Jl Sukarno Hatta tidak menyempit dan tersumbat.

Ia mengeluh bahwa pembangunan Ruko di kawasan Jl Sukarno Hatta banyak menyebabkan penyempitan saluran air.

"Sejak banyak Ruko yang dibangun disini saluran airnya menyempit. Kalau ada banjir kiriman ya meluap," katanya.

Beberapa hari ke depan, Hariadi mengatakan RM Ringin Asri terpaksa tutup dan berupaya memperbaiki bangunan yang rusak.

Agar tidak terdampak banjir kembali, Hariadi berencana membangun saluran yang dapat mengalirkan air jika debitnya deras. (Sofy Zibarani)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved