Bocah 11 Tahun di Malang Hanyut di Sungai Amprong Saat Berenang. Hingga Kini Belum Ditemukan

Seorang bocah di Kota Malang dilaporkan hanyut di Sungai Amprong saat berenang bersama seorang rekannya. Hingga kini belum ditemukan..

Bocah 11 Tahun di Malang Hanyut di Sungai Amprong Saat Berenang. Hingga Kini Belum Ditemukan
ist/independent
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Seorang bocah di Kota Malang, Dimas Oki Saputra (11), dilaporkan hanyut di sungai Amprong, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/12/2018).

Dimas dilaporkan hanyut saat berenang bersama rekannya, Ciko. 

Keduanya berenang bersama ke tepian sungai. Namun, hanya Ciko saja yang sampai ke tepian sungai.

Sedangkan korban, belum juga sampai ke tepi sungai.

Atas kejadian tersebut, Ciko kemudian pergi dan melaporkan kejadian itu ke orang tua korban.

Banjir di Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Meminta Maaf Lewat Instagram

Banjir Parah di Kota Malang, Warga Mendesak Perbaikan Drainase

Banjir di Kota Malang Mencelakai Pengendara Motor dan Bikin Macet

Salah seorang saksi, Munir, mengungkapkan dirinya sempat melihat baju milik korban ketika akan memancing di sungai itu.

Selanjutnya, saksi bersama warga berusaha mencari korban di sungai. Namun, hingga saat ini korban belum ditemukan.

Plt Kepala BPBD Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan, personel BPBD sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan assesment terkait dengan bencana yang terjadi.

Selanjutnya kegiatan yang dilakukan adalah mengevakuasi korban terdampak.

Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan darurat yang di perlukan serta melakukan penyedotan daerah daerah yang tergenang.

"Namun, dikarenakan keterbatasan personel dan sarana prasarana maka dilakukan sebatas kemampuan secara maksimal," ujar Handi.

Handi menyebut, bencana yang datang juga sporadis di beberapa titik perlu kewaspadaan seluruh masyarakat.

"Kami sudah koordinasi dengan OPD yang lain untuk penanganan ini seperti DPUPR, PERKIM, PMI, Dinkes, dan lain-lain. Sementara ini, 90 persen personel dibantu relawan fokus di Gribig Gang 1 terkait anak hanyut, karena menyangkut nyawa. Sementara personel lain tersebar di titik-titik banjir," urainya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved