Berita Pasuruan

Tiga Tahun Buron, Otak Komplotan Perampasan Motor Milik Sales di Pasuruan Ini Dibekuk

Korban dipaksa dan diancam. Karena ketakutan korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat miliknya

Tiga Tahun Buron, Otak Komplotan Perampasan Motor Milik Sales di Pasuruan Ini Dibekuk
surya/galih lintartika
Tersangka Miftahul Ulum (24) warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satu lagi, DPO pencurian dengan kekerasan (curas) diamankan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Dia diamankan setelah sempat menghilang selama tiga tahun.

Kini, yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidikan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Tersangka yang diamankan Miftahul Ulum (24) warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Miftahul Ulum adalah otak komplotan curas motor milik sales Andi Anshorulloh (19), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menjelaskan, selama tiga tahun , kepolisian memburu tersangka ini.

Pasca kejadian, dan menjual sepeda motor korban, tersangka ini melarikan diri dan bersembunyi.

"Kami sempat kesulitan melacak keberadaannya. Nah, kebetulan kemarin kami dapatkan informasi kalau dia pulang ke rumah. Makanya, langsung kami gerebek dan tangkap dia," kata Kasat saat dihubungi, Rabu (28/11/2018) pagi.

Ia menjelaskan, tersangka yang diamankan ini adalah otak komplotan curas.

Dia yang mengajak lima temannya untuk merampas motor korban saat itu.

Ceritanya, 4 Oktober 2015, kata Kasat, tersangka ini mengajak kelima temannya untuk merampas motor korban yang saat itu sedang menikmati makan pecel di sebuah warung nasi Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Pasuruan.

"Setelah mau pulang, korban dihampiri tersangka. Dia langsung mengeluarkan sajam dan dipukulkan ke helm korban. Korban dipaksa dan diancam. Karena ketakutan korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat miliknya," jelas dia.

Dikatakan dia, selanjutnya, tersangka menjual sepeda motor korban ke temannya seharga Rp 400.000.

Uangnya digunakan untuk makan dan senang-senang bersama temannya.

"Kami akan kembangkan kasus ini dan kami akan menyelidikinya lebih lanjut," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved