Berita Jawa Timur

Tukang Gigi yang Ditembak Mati di Sampang Ternyata Anggota Panitia Pemungutan Suara

Subaidi, tukang gigi di Sampang yang ditembak mati beberapa waktu lalu ternyata anggota Panitia Pemungutan Suara di Sampang.

Tukang Gigi yang Ditembak Mati di Sampang Ternyata Anggota Panitia Pemungutan Suara
surabaya.tribunnews.com/muchsin
Subaidi saat ditemukan warga terkapar karena ditembak oleh seseorang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur mendukung upaya kepolisian dalam pengusutan penembakan terhadap Subaidi (40), tukang gigi di Sampang. 

Bawaslu ikut mendukung pengusutan karena Subaidi ternyata adalah anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang. Bawaslu Jatim berharap pihak kepolisian bisa segera menguak motif dibalik penembakan tersebut.

"Kami akan ikuti perkembangannya. Sebab, biar bagaimana pun mereka (korban) juga bagian dari kami, sebagai penyelenggara pemilu," kata Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada Surya.co.id (Surabaya.tribunnews.com) di Surabaya, Senin (26/11/2018).

Namun, Aang enggan mengaitkan motif penembakan yang mengakibatkan kematian korban tersebut dengan tugas kepemiluan. Aang menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut kepada kepolisian.

Hingga saat ini, Aang mengutip penjelasan kepolisian, bahwa motif pembunuhan tersebut menyangkut masalah pribadi dan pelaku. Sehingga, tak ada hubungannya terkait pemilihan umum 2019 mendatang.

"Kami belum mendapat report dari teman-teman Sampang. Namun informasi awal, (motif) sama seperti dari (penjelasan) kepolisian," lanjut Aang.

Innalillahi, Tukang Gigi di Sampang yang Ditembak di Dada Akhirnya Wafat. Pelaku Diduga Anggota LSM

Tukang Gigi di Sampang Ditembak Pelanggan Hingga Peluru Menembus Dada. Apa Sebabnya?

Aang meminta kepada seluruh penyelenggara pemilu untuk menjalankan kewajiban sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan profesional. Menurutnya, kalau ada pihak yang menghalang-halangi penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugas kepemiluan maka akan masuk dalam pidana pemilu.

"Kalau pidana pemilu, pintu masuknya (laporan) bisa lewat Bawaslu. Selanjutnya, akan diusut ke kepolisian," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Dukungan Antarlembaga Bawaslu Jatim ini.

Namun, apabila tindakan tersebut merupakan tindak pidana umum murni, maka akan langsung diusut oleh kepolisian. "Tindak pidana umum tersebut tidak ada keterkaitan dengan penyelenggara pemilu, sekalipun yang bersangkutan merupakan penyelenggara pemilu," tandasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan, kasus penembakan hingga merenggut nyawa Subaidi (40) anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang Madura bukanlah soal politik saat ini (Pilpres/ Pileg).

Halaman
12
Tags
Bawaslu
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved