Single Focus

Setiap Malam Bergetar, Warga Sememi Berharap Proyek Box Culvert Segera Tuntas

Proyek box culvert di jl Raya Sememi, Surabaya, tak juga rampung. Tiap hari warga setempat harus merasakan getaran mesin-mesin berat.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Pengerjaan proyek box culvert di jl Raya Sememi, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak delapan excavator terlihat beroperasi di atas sungai Raya Sememi, Surabaya. Masing-masing excavator itu berupaya merampungkan pemasangan box culvert yang sudah dikerjakan sejak akhir bulan tahun lalu.

"Ini sudah dari akhir bulan tahun kemarin. Bukan molor, tetapi kami tergantung cuaca," tutur Septian Priambudi Kusuma alias Draun, satu di antara pekerja alat berat yang bertugas sore itu, Minggu (25/11).

Satu di antara excavator yang bersuara paling keras, kata Draun, sedang memasang pelapis tanah, yang berfungsi sebagai penahan antara jalan dan box culvert.

Ketika excavator itu bekerja menghunjamkan pelapis tanah, tanah di sekitarnya ikut bergetar.

Warga yang bercengkrama sambil melihat kegiatan proyek ikut merasakan getarannya.

"Iya, ini terasa getarannya. Suaranya ya sekeras ini biasanya. Biasanya sampai tengah malam, bahkan lebih," ujar Sumarlik (54).

Warga Sememi Jaya Gang 8 itu sudah delapan tahun tinggal di daerah Raya Sememi. Apalagi, kini ia ikut menjaga kedai kopi milik anaknya, Ahmad Eko Susilo (32), yang letaknya tepat di depan lokasi proyek box culvert.

Ia mengaku, daerahnya memang mudah banjir. Kalau sudah banjir, yang terparah bisa mencapai lutut orang dewasa.

Karenanya, Sumarlik tak keberatan dengan proyek ini, meski pendapatan kedai kopi anaknya jadi jauh berkurang.

"Ya jelas terganggu, terutama masalah jalan. Ya diterima saja. Kalau sudah jadi kan enak, jadi maklumi saja," ungkap ibu yang kerap pulang dari kedai tiap pukul 23.00 WIB itu.

Pernyataan Sumarlik diamini anaknya. Sebelum ada pengerjaan box culvert, kedai biasanya ramai pada sore hari.

"Orang mau ke sini malas. Soalnya berdebu, becek juga jalannya. Mungkin mikirnya, nanti saja kalau selesai proyeknya," ucapnya.

Tak Tuntas

Sementara itu, pengerjaan box culvert di sepanjang Jl Lontar, Sambikerep, menyisakan banyak bahan bangunan berserakan.

Dari pantauan di lapangan, seluruh box culvert sudah tertanam dan ditutup bahan cor. Namun, belum semua tuntas. Karena banyak lubang box culvert dibiarkan terbuka, hanya diberi kayu sebagai penanda.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved