Single Focus
Punya 'Benteng Takeshi' Pencegah Rob, Surabaya Lebih Siap Hadapi Banjir
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengklaim Surabaya lebih siap menghadapi musim hujan tahun ini dibanding tahun lalu.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana semakin tahun curah hujan di Surabaya semakin tinggi. Meski demikian, tahun ini Kota Pahlawan lebih siap menghadapi musim hujan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan banyak hal yang sudah dilakukan Pemkot untuk menghadapi musim penghujan akhir tahun ini. Sejumlah langkah diambil, mulai pembersihan saluran, pengerukan sungai, pembuatan box culvert, hingga peningkatan kapasitas rumah pompa.
"Dengan mencairnya kutub utara, dan pengaruh global warming, permukaan air laut semakin naik dan curah hujan semakin tinggi," papar Risma.
Curah hujan di Surabaya, kata Risma, bahkan lebih deras dari curah hujan di wilayah lain, yang mencapai 120 milimeter per meter persegi. Menurutnya, pemerintah memang harus ekstra bekerja agar bisa menahan Surabaya tidak banjir lagi.
"Kalau menjamin Surabaya nggak banjir aku nggak wani. Kan onok sing kuoso (nggak berani, kan ada yang lebih berkuasa). Tetapi kalau lebih baik dari tahun kemarin itu iya," tegas Risma, pekan lalu.
• Setiap Malam Bergetar, Warga Sememi Berharap Proyek Box Culvert Segera Tuntas
• Box Culvert Tak Mampu Atasi Meluapnya Air di Ketintang
Salah satu yang kini dikebut, proyek box culvert Banyu Urip. Akhir tahun ini diupayakan selesai. Meski belum tuntas dan kurang sekitar satu kilometer, kata Risma, pengerjaan proyek ini akan membantu salah satu upaya mengatasi banjir dan kemacetan.
"Itu pakai APBD sendiri. Awalnya mau didanai Pusat. Tetapi karena nggak selesai-selesai kalau hanya mengandalkan pusat," ungkap Risma.
Lalu pintu air di Petekan, proyek multiyears itu tengah digarap dan dimungkinkan selesai tahun depan. Proyek itu rencananya dikerjakan pemerintah pusat. Namun, batal dan dianggarkan melalui APBD.
"Agak melenceng dari rencana. Kan aku maunya ada tempat untuk rekreasi. Ya ini dibuatlah tapi prioritas yang pintu air dulu. Karena ini akan jadi kunci air laut nggak masuk ke tengah kota dan wilayah utara," tegas Risma.
Di Surabaya Barat, Pemkot juga tidak menutup mata. Guna mencegah luapan kali Lamong, Pemkot membangun tanggul tinggi dan panjang untuk membentengi agar kawasan Pakal, Benowo dan ujung Surabaya serta sekitarnya, tidak lagi kena banjir.
"Tanggulnya gede. Untuk membentengi air bawaan dari Kali Lamong, aku nyebutnya kayak benteng takeshi," kata Risma. Proyek ini tengah diselesaikan dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Tambah Kapasitas
Hal senada disampaikan Kepala PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati. Dalam setahun ini, Pemkot Surabaya sudah meningkatkan sejumlah kapasitas rumah pompa di Surabaya.
"Ada 27 titik peningkatan kapasitas rumah pompa di Surabaya, hingga dua atau tiga kali lipat. Yang baru ada di Kandangan, lalu di Kenjeran dan Darmokali, yang kami ambilkan dari uang sisa lelang," kata Erna.
Sedang proyek box culvert, lanjut Erna, tinggal menunggu penyelesaian lanjutan proyek Banyu Urip. "Memang ruasnya belum selesai. Tahun ini mengerjakan 1,1 km sampai depan KH Wahid Hasyim. Tahun depan, kurang dari Buntaran ke Sememi. Anggarannya Rp 2,4 miliar, multiyears," tegas Erna.