Berita Jember

Warga Jember Temukan Air Terjun dan Gua Tersembunyi. Kades Harap Bisa Jadi Wisata Baru

Untuk menuju lokasi, akses jalan masih cukup sulit karena menembus perkebunan pohon sengon, serta hutan pohon jati.

Warga Jember Temukan Air Terjun dan Gua Tersembunyi. Kades Harap Bisa Jadi Wisata Baru
surya/erwin wicaksono
Air Terjun Seputih yang baru-baru ini ditemukan warga Jember. Ke depan, perangkat desa dan masyarakat sekitar akan mengembangkan potensi wisata ini. 

SURYA.co.id | JEMBER - Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menyimpan sebuah potensi yang patut untuk dijelajah keindahannya. Baru-baru ini, masyarakat setempat menemukan air terjun. Warga menamakan Air Terjun Seputih.

Kepala Desa Seputih, Sumariyanto, bersama warga Dusun Sumber Jeding, Polisi Hutan, Babinsa, babinkamtibmas, dan jajaran perangkat Desa, melakukan buka alas untuk temukan keberedaan air terjun tersebut. Warga setempat ternyata juga menemukan gua di sekitar Air Terjun Seputih dan memberi nama Goa Patek.

"Awalnya dari masyarakat sekitar melapor kepada Desa, bahwasanya di hutan ini terdapat sebuah air terjun yang disampingnya terdapat goa," terang Sumariyanto selaku Kades Seputih, saat ditemui Selasa (31/7/2018).

Untuk menuju lokasi, akses jalan masih cukup sulit karena harus terlebih dahulu menembus perkebunan pohon sengon, serta hutan pohon jati.

Jalanan yang masih makadam dan berbatu menjadi tantangan tersendiri untuk menembus lokasi. Namun Sumariyanto bersama perangkat Desa dan masyarakat akan bahu-membahu buka akses jalan lebih baik,  sehingga diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan Desa.

"Saya harap Pemkab Jember memperhatikan potensi wisata desa ini, sehingga masyarakat juga dapat terkena imbas positif dan bisa mengembangkan potensi wisata ini," tambah Sumariyanto.

Sementara itu pihak Perhutani, Ahmad Lelo Harahap, selaku Pemangku Kawasan Kepala Resort Hutan Seputih,  mendukung penemuan air terjun ini sebagai rintisan wisata desa.

"Air terjun masih pada wilayah hutan lindung, tapi kami sangat mendukung ini dijadikan sebagai rintisan wisata,  masih perlu pengembangan ke depan, terkait akses jalan, dan lain-lain demi kemajuan wisata desa, namun tetap menjaga keasrian hutan," pungkas Ahmad Lelo.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help