Berita Universitas Brawijaya Malang

Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Serum Antipenuaan dari Tulang Ikan, Pilih Ikan Nila karena ini 

Bentuk serum ini bening dan bisa dipakai sebelum memakai make up. "Diolesi biasa ke wajah," kata Citra.

Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Serum Antipenuaan dari Tulang Ikan, Pilih Ikan Nila karena ini 
SURYAOnline/sylvianita widyawati
Mahasiswa prodi Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Citra Wahyu menunjukkan serum antiaging berhan limbah tulang ikan nila. 

SURYA.co.id | MALANG - Mahasiswa farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) membuat penelitian tentang pemanfaatan limbah ikan nila buat serum antiaging (penuaan). Mereka memilih limbah ikan nila karena ikan air tawar yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Namanya Muffin Oreo (Serum Fish Bone Oreochromisni loticus For Anti Aging).

"Kami mendapatkan limbah tulang ikan nila dari pabrik di Gresik. Di pabrik fillet, tulang ikannya dibuang. Jika serum ini nanti bisa diproduksi, pabrik siap mengirimkan," jelas Citra Wahyu surya.co.id, Minggu (22/7/2018).

Bentuk serum ini bening  dan bisa dipakai sebelum memakai make up. "Diolesi biasa ke wajah," kata Citra.

Dia menambahkan bahwa serum ini  bisa menghilangkan kerutan. 

Proses pembuatannya dengan mencuci tulangnya bersih dan rendam dalam HCl selama 36 jam. Kemudian diekstrasi dengan oven. Tulang ikan nila sebagaimana ikan lain memiliki kolagen yang bisa buat serum.

Citra menjelaskan ada dua tipe kolagen yakni tipe A bisa diperoleh dari babi dan ikan, termasuk ikan nila. Sedangkan  ujicobanya, timnya membuat 27 sampel.

Penuaan karena kerutan biasanya mulai muncul di usia 20 tahunan. Hal ini karena kulit terpapar matahari langsung.

Penelitian ini, lanjutnya, dilakukan bersama dua teman yakni Kohita Rahma Perdana dan Indira Hatmanti Puspitasari dengan dosen pembimbing Oktavia Eka MSc Apt.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help