Citizen Reporter

Bekas Rawa Ini Datangkan Rezeki

Semangka membutuhkan waktu sekitar 60-70 hari untuk dipanen. Sepetak sawah yang penuh dengan semangka dibeli dengan harga Rp 20 juta.

Bekas Rawa Ini Datangkan Rezeki
ist

Musim panas menjadi rezeki bagi petani buah. Mereka selalu menunggu musim tersebut, saat tepat ketika mereka menanam buah-buahan.

Salah satu tempat yang hampir setiap tahun dimanfaatkan untuk menanam buah-buahan adalah rawa di Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, atau satu kilometer ke arah utara dari pertigaan pos polisi Kecamatan Pucuk.

Rawa ini pada saat musim hujan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengairi sawah-sawah dan tempat pemancingan. Namun ketika musim panas, rawa ini disulap oleh petani-petani sekitar menjadi penuh tanaman buah-buahan seperti semangka, melon, dan blewah.

Sunari, salah satu petani buah asal Desa Latek, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, ikut andil dalam menanam semangka di rawa Bulutengger itu. Jenis semangka yang ditanam adalah bibit Esteem.

Dia tidak menanam melon. Menurutnya, menanam melon terlalu mahal biayanya. Dia juga menjelaskan, tanah rawa itu cocok untuk semangka. Hasilnya bergantung juga pada bibit yang ditanam.

“Penanaman dimulai ketika rawa kering lalu tanahnya dibersihkan dan dicangkul sebelum ditanami bibit semangka,” imbuh petani buah yang semangkanya baru berumur kurang lebih 30 hari tersebut, Selasa (10/7/2018). Semangka membutuhkan waktu sekitar 60-70 hari untuk dipanen.

Sekitar 500 meter dari petak sawah Sunari ada petani buah lain, yaitu Keman dan Kasemi yang berasal dari Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Tak perlu heran jika di rawa itu juga ditanami buah-buahan oleh warga Pucuk sekitar sebab rawa itu berada di perbatasan Kecamatan Pucuk dan Kecamatan Sekaran.

Jika semangka Sunari baru berumur kurang lebih 30 hari, beda cerita dengan Keman dan Kasemi. Mereka sudah menanam semangka saat lima hari sebelum bulan puasa. Jadi, saat ini kurang lebih sudah 60 hari dan siap untuk dipanen.

“Saya sudah belasan tahun menanam semangka di rawa ini,” imbuhnya.

Salah satu penyebab gagalnya panen para petani adalah begitu banyak tikus di rawa itu. Akan tetapi, Keman dan Kasemi bersyukur sebab hampir 95 persen semangka miliknya bisa dipanen.

Keman dan Kasemi juga menanam semangka bibit Esteem. Pada hari itu juga semangka miliknya dibeli orang Jawa Tengah dengan sistem borongan. Sepetak sawah yang penuh dengan semangka dibeli dengan harga Rp 20 juta.

Namun, pembeli yang membutuhkan per buah atau per kilogram tak perlu khawatir sebab di sepanjang jalan rawa itu ada banyak penjual semangka, melon, maupun blewah. Semangka per kilogram dijual Rp 6.000 sampai dengan Rp 8000.

Auliyau Rohman
Mahasiwa Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
auliyaurohman7@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved