Liga 1

Gelandang Bali United Sebut Kekalahan Timnya dari Persebaya karena Masuknya David da Silva

Menurut Fadil Sausu gelandang Bali United, kekelahan timnya ialah masuknya striker asing Bajul Ijo asal Brasil, David da Silva.

Gelandang Bali United Sebut Kekalahan Timnya dari Persebaya karena Masuknya David da Silva
SURYA Online/Habibur Rohman
GOL PENYELAMAT - Pemain persebaya nomor punggung 41 Irfan Jaya melakukan selebrasi usai mencetakpada babak kedua Persebaya Surabaya melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (7/7/2018). Pertandingan dimenangkan Persebaya dengan skor akhir berakhir 1-0. 

Surya.co.id | SURABAYA - Kekalahan 1-0 Bali United dari Persebaya Surabaya, Sabtu (7/7/2018) kemarin, karena beberapa faktor.

Menurut Fadil Sausu gelandang Bali United, kekelahan timnya ialah masuknya striker asing Bajul Ijo asal Brasil, David da Silva.

 David masuk pada menit ke-59 untuk menggantikan Rishadi Fauzi. Masuknya David tak dipungkiri dapat mengubah ganasnya lini depan, sehingga menjadi ancaman pemain Bali, meski nyatanya David gagal mencetak gol dari beberapa peluang yang dia dapat.

"Ketika David masuk, saya sudah bicara ke teman-teman agar hati-hati, karena dia pemain yang baru masuk tentu kondisinya masih prima dan ya itu membuat kerepotan lini belakang kami, sehingga Irfan Jaya dapat leluasa mencetak gol," kata Fadil Sausu, Minggu (8/7/2018).

Faktor lainnya penyebab kekalahan Bali ialah, menurunnya tingkat konsentrasi para pemain Bali United. Hal inilah yang disebut membuat Bali menjadi lebih tertekan pada babak kedua.

"Babak kedua kami kehilangan fokus dan kosentrasi, sehingga Persebaya dapat mencetak gol dan menang," ujarnya.

Sementara itu, menyikapi kekalahan tim asuhannya, Widodo Cahyono Putro Pelatih Bali United mengatakan, dalam hal ini para pemain Persebaya pandai melihat celah dan juga momen ketika Bali sedikit lengah.

Selain itu, gangguan peluit dari tribun penonton, dinilai Widodo juga menjadi salah satu pengganggu konsentrasi pemain.

"Saya kira itulah sepakbola. Antara yang bisa dimanfaatkan dan yang bisa memanfaatkan titik lemah dari satu tim. Kalau bermain konsisten pasti kami tidak akan tertekan. Lalu soal peluit suporter saat pertandingan berjalan, itu mengganggu konsentrasi pemain. Semoga suporter bisa lebih dewasa. Inilah kompetisi Indonesia, harus kita support," jelas Widodo.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved