Berita Surabaya

Dosen Unair Terima Dana Hibah Terkait Aplikasi Komunikasi Anak dengan Autisme

Melalui aplikasi ini, Margaretha berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya anak dengan autisme.

Dosen Unair Terima Dana Hibah Terkait Aplikasi Komunikasi Anak dengan Autisme
surya/sulvi sofiana
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Margaretha 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perhatian pemerintah Australia akan kebutuhan anak autis sejak lama menjadi percontohan bagi sejumlah guru berkebutuhan khusus di Indonesia.

Namun kali ini, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Margaretha mendapatkan dana hibah Australia Award's Indonesia atas model pembelajaran untuk anak autis yang dibuatnya.

Dosen yang juga merupakan alumnus University of Newcastle, Australia ini memperoleh pendanaan sebesar AUD 10.000 atau setara dengan Rp 105 juta.

Sebagai salah satu tim konsultan pengembangan identifikasi dan intervensi dini anak autisme Jawa Timur yang pernah mengikuti pelatihan di Perth, Margaretha ingin menerapkan pengetahuannya dengan membantu 4 resourse center di Jawa Timur.

Di sela prakteknya, Margaretha menemukan sesuatu yang dirasa dibutuhkan.

“Sambil saya dan teman-teman praktek melatih, ternyata ada kebutuhan. Kami biasanya mencetak terus melaminating alat bantu visual satu-satu. Tetapi karena semakin banyak, bukunya menjadi semakin tebal. Akan lebih praktis jika menggunakan aplikasi,” ujarnya, Sabtu (9/6/2018).

Berangkat dari permasalahan itulah, Margaretha akhirnya membuat proyek dengan judul Pengembangan Program Media Komunikasi Visual Anak (MIKA) Sebagai Alat Bantu Belajar Komunikasi pada Anak Autisme dengan Autisme dan Anak dengan Daya Komunikaasi atau Cacat Komunikasi.

Program itu diikutkan dalam program hibah alumni.

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya proyek tersebut dinilai layak untuk diberikan dana hibah.

“Alatnya itu seperti aplikasi, membuat software yang mana berisi visual atau gambar yang di bawahnya terdapat kata-kata. Sebagai alat bantu visual, aplikasi tersebut digunakan untuk menyampaikan infomasi. Hal itu diperlukan karena pendekatan atau komunikasi visual itu lebih mudah dipahami oleh anak dengan autisme. Karena mereka cara berpikirnya visual,” papar Margaretha.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved