Surya/

Citizen Reporter

Hidupkan Sekolah dengan Ekstrakurikuler

para murid tak hanya belajar sesuai passion mereka, dengan ekstrakurikuler akan menjadi sarana rekreasi setelah sepanjang hari berkutat di kelas ..

Hidupkan Sekolah dengan Ekstrakurikuler
pixabay.com
ilustrasi 

   

Reportase Yeti Kartikasari
Pengajar Ekstra Jurnalistik di Sekolah Citra Berkat, The Taman Dayu, Pandaan

UNTUK memberikan warna bagi kegiatan belajar mengajar, Sekolah Citra Berkat (SCB) The Taman  Dayu, Pandaan memfasilitasi dengan beragam ekstrakurikuler pilihan. Setiap siswa mulai TK-SMP memilih kegiatan sesuai minat bakatnya. Pelajaran ekstrakurikuler berlangsung mulai Senin-Jumat, pukul 14.00-16.00 WIB. 

Agar orangtua dan siswa bisa mengenal ekstrakurikuler yang akan diikuti,  SCB menggelar Expo Fair , Jumat (25/8), pukul 12.30-13.30 WIB di selasar sekolah. Kegiatan yang sudah ditunggu-tunggu siswa tersebut dihadiri ratusan walimurid.

Setiap bidang ekstrakurikuler membuka stan dengan guru pengajar yang siap memberikan informasi, disertai pameran kecil hasil pembelajaran siswa periode sebelumnya. Di antaranya; sinematografi, melukis, jurnalistik, basket, seni tari modern dan tradisional, olahraga dan karate. Murid-murid berkeliling dari satu stan ke stan lain untuk berkonsultasi dengan guru pembina ekstrakurikuler.

Seperti dikemukakan Manajer Operasional SCB, Andreas Rasidi, ekstrakurikuler adalah salah satu wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi bakat dan minatnya secara komprehensif. Jika setiap hari dari pagi hingga sore, anak-anak didik belajar di kelas, diharapkan dengan mengikuti ekstrakurikuler, akan dapat wawasan dan pengalaman pembelajaran yang berbeda.

Diterangkan Adi, panggilan akrabnya, pembelajaran ekstrakurikuler akan lebih banyak dilakukan di luar kelas dan lingkungan sekitar sekolah.  ”Anak-anak tidak hanya akan belajar sesuai dengan passion mereka saja, tapi sekaligus sebagai rekreasi setelah sepanjang hari berkutat dengan pelajaran utama di kelas,” katanya.

”Anak-anak bisa belajar menari di halaman sekolah, belajar jurnalistik dan sinematografi di kebun, dan melukis di bawah pohon. Akan banyak inspirasi yang bisa diperoleh dan itu membuat semua sudut sekolah akan semarak  dan hidup,” imbuhnya.

Tidak hanya murid-murid saja yang antusias,  orangtua pun bersemangat mencari informasi sebanyak mungkin di setiap stan ekstrakurikuler. Kemudian mendiskusikan dengan putra-putrinya untuk memilih ekstra apa yang akan diikuti.

”Apa pun yang dipilih oleh anak, saya akan mendukung. Selama dia bertanggungjawab dengan pilihannya,” kata Faizah Kartika, walimurid.

Setelah berkeliling ke semua stan, siswa mengisi formulir rencana kegiatan yang akan diikuti dengan persetujuan orangtua. Pembelajaran ekstrakurikuler akan berlangsung mulai awal Oktober, ada 24 kali pertemuan sampai berakhir tahun akademik 2017-2018.  Secara berkala hasil belajar disampaikan kepada wali murid.

”Sudah tidak sabar menunggu ekstrakurikuler dimulai. Pasti menyenangkan bisa belajar hal yang baru,” kata Evan Christian, siswa kelas lima.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help