Surya/

Pesona Ramadhan

Masya Allah, Masjid Legendaris di Surabaya ini Punya Sumur yang tak Pernah Kering

Masjid Rahmat di kawasan Kembang Kuning, Surabaya, punya sejumlah keistimewaan. Salah satunya, keberadaan sumur yang tak pernah kering sejak dulu.

Masya Allah, Masjid Legendaris di Surabaya ini Punya Sumur yang tak Pernah Kering
surabaya.tribunnews.com/Habibur Rohman
Seorang pengurus Masjid Rahmat menunjukkan sumur di kawasan masjid yang tidak pernah kering. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kalau Masjidil Haram memiliki sumur air zam-zam yang berkhasiat dan tak pernah kering, maka Masjid Rahmat di kawasan Kembang Kuning, Surabaya, memiliki sumur tua yang juga tak pernah berhenti memancarkan air.

Sumur itu airnya juga dianggap sebagai pengobat dan mujarab untuk dijadikan obat. Letak sumur itu ada di muka pengimaman. Walaupun kemarau sumur ini tidak pernah kering barang sekalipun sejak masjid ini didirikan.

"Boleh dicek, kalau warga Surabaya sedang kekeringan, maka bisa datang ke sini untuk minta air," ucap penjaga sumur Masjid Rahmat, Ahmad Subur.

Setiap hari selalu ada saja jemaah yang minta diisikan tempat minumnya dengan air dari sumur Masjid Rahmat. Katanya ada yang untuk obat, ada yang ingin menjaga kesehatan dan ada pula yang mencari keberkahan.

Saat ini sumur itu masih dimanfaatkan. Termasuk untuk operasional masjid.

"Katanya dulu ini tempat wudhunya Raden Rahmat. Sekarang sumurnya dibantu pompa dan juga ada PDAM untuk memaksimalkan air di masjid," kata Subur.

Baca: Tak Cuma Legendaris, Masjid Rahmat Juga Jadi Patokan Adzan Se-Jawa Timur

Memang kandungan ataupun. Penelitian tentang air ini masih belum terbukti. Akan tetapi diyakini bisa membuat yang meminum mendapatkan keberkahan.

Konon cerita, sumur ini pun tidak digali. Namun airnya muncul dan memancar dari batu. Yang airnya tidak berhenti mengalir hingga menghidupi masjid sejak masih berwujud surau atau langgar tiban.

"Sengaja tidak ditutup sumurnya. Karena sampai sekarang juga masih dimanfaatkan. Orang jemaah yang mau meminta tidak dieknakan biaya. Tingga meminta bantuan penjaga untuk mengantar," ulas Subur.

Baca: Inilah Sejarah Masjid Rahmat di Kembang Kuning, Masjid Tertua di Surabaya

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help