Surya/

Sambang Kampung

Kampung Warna-warni Bulak, Lurah Edy Prasetyo Ingin Partisipasi Warga Meningkat

Lurah Kedung Cowek sedang berupaya untuk mengumpulkan jajaran RT dan RW untuk menyatukan semangat membangun kampung warna-warni.

Kampung Warna-warni Bulak, Lurah Edy Prasetyo Ingin Partisipasi Warga Meningkat
surya/achmad zaimul haq
WARNA-WARNI - Deretan rumah warga di kawasan Kenjeran dicat warna-warni diabadikan dari Jembatan Surabaya menambah keindahan kawasan itu untuk menarik minat wisatawan. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Meski dukungan pemerintah Kota Surabaya sangat besar untuk pemgembangan Kampung Warna Warni Bulak, ternyata partisipasi warga dalam membangun kampung masih kurang tinggi.
Sebagaimana disampaikan oleh Lurah Kedung Cowek Edy Prasetyo, warga terkadang masih kurang partisipasi untuk pengembangan kampung jika tidak diperhatikan.

"Kemarin saat akan ada RI 2 semua total di-support oleh pemkot. Nah warga jadi manja. Saya itu terbilang susah hanya untuk mengajak para nelayan untuk kerja bakti di hari Jumat," kata Edy.

Padahal program kerja bakti ini sengaja dirancang setiap hari Jumat lantaran nelayan libur di hari Jumat.

Jika tidak ada kegiatan ataupun tokoh yang akan datang ke Bulak, warga masih kurang semangat untuk menjaga kebersihan kampung.

Menurut Edy warga ternyata manja lantaran terlalu diberikan banyak fasilitas untuk pengembangan kampung warna-warni.

Oleh sebab itu lurah Kedung Cowek sedang berupaya untuk mengumpulkan jajaran RT dan RW untuk menyatukan semangat membangun kampung warna-warni. Sebab identitas dan brand yang sudah dibangun harusnya bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan warga kampung untuk lebih eksis sebagai kampung wisata unggulan di Surabaya.

Tidak hanya itu, yang sedang digalakkan oleh Edy adalah penataan warga untuk berdagang di Sentra Ikan Bulak (SIB). Pasalnya saat ini masih banyak warga yang berdagang dan meluber ke jalanan.

"SIB masih sepi. Sekarang ini penjual ikan asap di SIB yang tersisa di sana hanya lima orang saja. Yang lain berjualan di depan. Ini yang masih kita harus bujuk agar mau tetap menghidupkan SIB," ujarnya.

Lebih lanjut ia juga ingin menambahkan pengecatan di kampung warna warni. Khususnya untuk menambahkan aksen mural di kampung warna-warni. Agar bisa menjadi daya tarik yang lebih kuat untuk kampung.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help