Selasa, 7 April 2026

Berita Gresik

Pemilik Perahu Terseret Arus ini Ternyata Sama dengan Perahu Maut di Gresik

TALI PERAHU TAMBANG ITU PUTUS. Selanjutnya, mengerikan. Ada lima motor dan tujuh orang dewasa serta satu balita. Para penumpang panik.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yuli
mohammad romadoni
Perahu tambang di Dusun Serbo Desa Bogem, Balong Bendo Sidoarjo berada di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik sempat terbawa arus beberapa meter dari dermaga sungai. 

SURYA.co.id | GRESIK - Peristiwa terbalik dan tenggelamnya perahu tambang di Sungai Surabaya Wringinanom, Kabupaten Gresik terjadi tiga hari lalu nyaris saja kembali terulang.

Sebuah perahu tambang yang mengangkut lima sepeda motor dan tujuh orang dewasa satu di antaranya balita mengalami putus tali baja pengamanan, Sabtu (15/4/2017) pukul 16.50 WIB.

Sontak, perahu tambang di Dusun Serbo Desa Bogem, Balong Bendo Sidoarjo berada di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik sempat terbawa arus beberapa meter dari dermaga sungai.

Tim relawan SAR standby di tempat itu segera terjun ke dalam sungai dan menarik perahu tambang itu secara manual dan berupaya untuk menariknya ke tepi sungai.

“Sekitar 10 meter dari tujuan seling baja terputus dan membuat perahu tambang sempat terseret arus sungai. TIM SAR berada di tempat itu cepat tanggap sehingga tidak sampai ada korban jiwa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan kepada SURYA.co.id.

Abu Hasan menyatakan, pemilik perahu adalah orang yang sama yakni perahu tambang yang terbalik dan tenggelam yang menewaskan tujuh orang. Bahkan sampai saat ini satu Susriasih (47) warga Kalimati Tarik Sidoarjo belum ditemukan.

“Pemerintah Sidoarjo harus berani untuk evaluasi usaha-usaha seperti jasa penyebarangan tradisonal ini. Sebab, rata-rata pemilik perahu tambang adalah orang Sidoarjo,” ungkapnya.

VIDEO - Ngeri! Perahu Tambang di Sidoarjo Terseret Arus Sungai, Penumpang Panik

VIDEO - Ngeri! Perahu Tambang di Sidoarjo Terseret Arus Sungai, Penumpang Panik

Ditambahkannya, masyarakat setidaknya berkaca pada kejadian tiga hari lalu perahu tambang yang terbalik dan tenggelam telah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, pihaknya juga kesultan untuk mengimbau warga karena jasa penyebrangan perahu tambang telah menjadi kebutuhan. 

“Sebetulnya masyarakat sudah menerima imbauan pemerintah, tapi menurut warga ini sudah menjadi kebutuhan. Mereka terlalu berani mati,” imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved