Surya/

Berita Surabaya

Pemuda Katolik Surabaya dan Sidoarjo Berseru: Jangan Ganggu Pancasila!

#SURABAYA - Saat ini di seluruh Indonesia ada 980 Perda diskriminatif. Perda ini sebagian besar menjadikan perempuan dan anak sebagai obyek.

Pemuda Katolik Surabaya dan Sidoarjo Berseru: Jangan Ganggu Pancasila!
neneng uswatun hasanah
Pemuda Katolik, Romo dari beberapa gereja, Rektor UKWMS, para narasumber, dan Wakil Gubernur Jatim membuka talkshow bertema Jangan Ganggu Pancasila di kampus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, membarakan semangat para pemuda untuk menjaga Pancasila.

Beberapa di antaranya adalah Pemuda Katolik Surabaya dan Pemuda Katolik Sidoarjo yang kemudian menggelar talkshow kebangsaan bertajuk "Jangan Ganggu Pancasila", Minggu (12/6/2016).

Mereka mendatangkan 3 narasumber: anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD), Aan Anshori, dan Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari.

Talkshow digelar di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Ketua Panitia, Andreas Erick Lega, mengatakan, acara ini untuk memberikan semangat kepada pemuda supaya bersama-sama menjaga Pancasila dari kelompok yang anti Pancasila.

"Pancasila adalah dasar negara, pedoman hidup, jiwa dan kepribadian bangsa, sumber hukum, cita-cita bangsa dan pandangan hidup. Pemuda Katolik adalah organisasi yang berazaskan Pancasila dan cinta Indonesia," ujar pria yang juga menjabat Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Surabaya itu.

Mereka juga terus berusaha mengamalkan nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, salah satunya dengan talkshow yang dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Sedangkan Eva Sundari mengatakan, talkshow tersebut menjadi wadah kaum muda untuk mengawal Pancasila dari segala ancaman.

"Saat ini di seluruh Indonesia ada 980 Perda diskriminatif. Perda ini sebagian besar menjadikan perempuan dan anak sebagai obyek kebijakan pemerintah daerah," terang kader PDI Perjuangan ini.

Rektor UKWM, Kuncoro Foe, mengatakan acara tersebut sesuai dengan visi universitas untuk membentuk komunitas akademik reflektif berbasis Pancasila.

"Pancasila butuh untuk digaungkan sehingga keadilan sosial di negeri ini kembali terwujud. Namun tentu tidak bisa instan, harus perlahan-lahan agar hasilnya juga maksimal," ujarnya.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang mengutarakan harapan agar Pancasila dapat menginspirasi dunia. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help