Drama Serial Uttaran ANTV

Otis Hahijary Berprinsip Tiap Waktu Adalah Primetime Bagi Sebuah Tayangan, Ini Maksudnya

ANTV tetap akan mengandalkan tayangan bertema drama. Tinggal kemasannya seperti apa. Karena orang nggak lihat tayangan itu dari India atau Turki.

Otis Hahijary Berprinsip Tiap Waktu Adalah Primetime Bagi Sebuah Tayangan, Ini Maksudnya
SURYA/PRAMUDITO
Salah satu adegan yang menampilkan artis India di acara ulang tahun ke-23 ANTV. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketika disodorkan pertanyaan apa yang selanjutnya dilakukan antv setelah sukses lewat Uttaran?

Dengan spontan Otis Hahijary menjawab,”Intinya adalah tetap pada drama. Tinggal kemasannya seperti apa. Karena orang nggak lihat itu dari India atau Turki atau dari mana?”

Managing Director ANTV ini menekankan, kekuatan cerita merupakan daya tarik pemirsa. Setelah itu dia akan melihat seberapa besar kemampuan seorang bintang untuk memerankan cerita tersebut.

“Chemistry antar bintang juga penting banget untuk membangun cerita itu,” ujarnya.

Bagi Otis banyak indicator untuk menilai kesuksesan sebuah program. Dan itu tak semata pada perolehan rating dan pemirsa.

“Rating dan audience bukan target semata. Saya juga harus dapat target kualitatif. Jadi harus ada unsur edukasinya, memperkenalkan budaya yang belum dikenal orang Indonesia, ramah dengan golongan tertentu, dan tidak berbau SARA,” ungkapnya.

Dengan alasan itu pula Otis selalu cermat pada setiap tayangan yang hadir di dua stasin televisi yang dia kelola, tvOne dan antv. Bisa dibilang tak ada satu pun tayangan yang lewat dari matanya.

“Khususnya yang prime time. Bahkan yang nggak prime time pun nggak lewat dari mata saya,” tegas Otis yang mengaku sangat menikmati pekerjaannya ini.

Soal penempatan tayangan, pemegang gelar PhD in Finance dari Lancaster University, UK (1997) ini lalu membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya di Pasaraya.

“Intinya sama saja. Waktu di Pasaraya dulu juga dituntut cermat produk kosmetik dan baju wanita itu di lantai mana, juga untuk pria di lantai berapa. Sekarang pun begitu,” paparnya.

“Kalau taruh Uttaran jam 01.00 pagi siapa mau nonton? Ngapain pula pasang program untuk anak jam 01.00 pagi, emang anak setan yang mau nonton? Juga taruh program untuk pria pada jam 10.00 pagi, apa dia pria pengangguran?” tegasnya.

Otis tak menyebutkan waktu tertentu sebagai prime time. Baginya tiap waktu adalah prime time untuk setiap target audience.

Itu pula yang ditanamkan pada anak buahnya, “Nggak masalah jika seseorang itu kemudian pindah ke tempat lain. Saya selalu percaya kaderisasi,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved