Citizen Reporter

Ini Yang Terjadi Ketika Para Hantu Merayakan Hari Jadi

mereka memang penulis hantu yang bernaung di bawah Panchake... setiap bulan, para hantu baru diterima sebagai anggota dalam pelantikan resmi...

Ini Yang Terjadi Ketika Para Hantu Merayakan Hari Jadi
kompasiana
ilustrasi 

Reportase : Endang Indri Astuti
Pegiat literasi/tinggal di Klaten, Jawa Tengah
adindazetya@gmail.com

ADA yang berbeda di timeline facebook saya di tanggal 14 Februari 2016 lalu. Banyak teman yang membuat video untuk satu grup kepenulisan, Panchake.

Ada Aris Rahman Yusuf, Ulva istikhoh, Mariana Naibaho, Negibberae Queen, Kartika Demia, Amey Mey, Niaw Shinran, Fransisca Jahja dan para hantu (sebutan untuk penulis di Panchake) yang sibuk menyiapkan video untuk Panchake.

Video-video tersebut diposting  di grup penulis cerita horor dan horor komedi Panchake. Jadilah di tanggal 14 Februari 2016 grup Panchake dipenuhi video-video hasil kreativitas anggota grup tersebut.

Panchake, grup penulis horor dan horor komedi ini didirikan Oke Sudrajat, penulis novel Ghost Next Door. Di usianya yang ketiga tahun ini, Panchake sudah berhasil membuat terobosan baru dengan meluncurkan Majalah Online Panchake, www.Panchake.com yang dirilis enam bulan silam.

Sebagai wadah para penulis cerita hantu, horor, hingga horor komedia, maka sebutan-sebutan unik betebaran di grup tersebut. Contohnya, grup dalam bahasa Panchake disebut makam, para anggotanya disebut para hantu alias parhan, pemilik grup disebut chef, admin grup disebut penjaga makam, peraturan grup disebut undang-undang makam.

Otomatis setiap anggota yang bergabung pasti memiliki nama hantu. Contohnya, saya memiliki nama hantu Mochacino, Ari Keling (hantu jomblo), dan lain-lain. Pelantikan nama hantu dilakukan sebulan sekali oleh chef makam Oke Sudrajat.

Setiap hari Panchake memiliki jadwal kelas rutin, tak hanya tentang cerita horor, namun ada kelas puisi, cerpen bebas dan cerpen fantasi. Masing-masing dari karya terbaik anggota Panchake akan dipilih oleh redaktur Majalah Panchake. Karya yang terpilih akan muncul di majalah dan mendapat fee.

 “Tak banyak orang yang menyukai horor. Untuk menghilangkan stigma horor itu tak menakutkan, itu yang sulit. Tapi lama kelamaan anggota grup cukup banyak, meski belum banyak yang menulis dan hanya sebagai silent reader,” ungkap Chef Oke Sudrajat.

Saya pribadi semenjak bergabung di Panchake, lebih berani menulis horor dan mendapat banyak pengetahuan tentang menulis. Panchake adalah rumah belajar yang menyenangkan. Harapannya tentu Panchake semakin solid, keren dan maju. Kalian yang mau belajar di Panchake boleh saja. Grup ini terbuka untuk umum.

In the end, happy birthday Panchake, wish you all the best.

 


Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help