Berita Malang Raya

Hari Lupus Sedunia, Parahita Launching Kompres Jiwa

“Stress yang dialami penderita lupus harus dikontrol, karena stress bisa memicu Lupus kambuh,dengan mencegah stress maka kualitas hidup bisa ditingkat

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni
surya/Sulvi Sofiana
Fashion show odapus dalam peringatan hari lupus sedunia di ruang majapahit RS dr. Saiful Anwar Malang (RSSA). 

SURYA.co.id|MALANG – Emosional yang berubah-ubah kerap dialami penderita Lupus. Penyakit akibat adanya kelebihan daya tahan tubuh atau imun ini sering mempengaruhi tingkat stress penderitanya karena nyeri dan gejala yang dialami.

Hal ini dipaparkan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya sealigus Sekretaris Perhimpunan Masyarakat peduli Lupus (Parahita) Malang, Elvira Sari Dewi (24) pada Surya, Sabtu (9/5).

Dalam memperingati hari Lupus Sedunia, Elvira melauncing kompres jiwa (Samcho) yang berasal dari Singkong di Ruang Majapahit Rs dr. Saiful Anwar Malang (RSSA).

Ia memaparkan tentang kompres ini dihadapan 140 peserta acara peringatan hari lupus sedunia ini.

Kompres yang dinamakan kompres Samchong ini merupakan kompres dingin sederhana yang digunakan untuk merilekskan saraf yang membengkak akibat berbagai tekanan pikiran yang dialami odapus (orang dengn lupus).

Singkong diolah tersendiri sehingga menjadi gel ungu yang dapat menyimpan suhu dingin dalam waktu yang cukup lama.

“Stress yang dialami penderita lupus harus dikontrol, karena stress bisa memicu Lupus kambuh,dengan mencegah stress maka kualitas hidup bisa ditingkatkan,” jelas wania lupus yang dideritanya kambuh akibat stress.

Gadis yang saat ini magang di RS. dr. Soepraoen Malang ini menjelaskan bahwa kompres ini bisa digunakan selama setahun dan disimpan di lemari pendingin.

“Kalau mau memakainya selama 20 menit sebelum tidur, di letakkan pada dahi atau permukaan kulit,” terangnya.

Kompres ini telah diuji pada odapus dan memberikan efek yang positif dalam kehidupan odapus dengan mengurangi tingkat stress yang dimiliki.

Namun, Elvira melarang penggunaan kompres ini pada odapus yang tidak dapat mentoleransi dingin dengan baik serta odapus yang memiliki luka memar, pendarahan, lebam dan mati rasa saat pengkompresan.

“Untuk yang punya alergi dingin dan punya fenomena Raynoud,” jelasnya.

Raynoud merupakan kondisi dimana ujung jari mengarami kemerahan bahkan kebiruan akibat sejumlah factor yang menghambat pembuluh darah mengairkan aliran darah.

Elvira menjadi odapus sejak tahun 2011. Diawali dengan bengkak pada bagian kaki dan lutut yang membuatnya tidak bisa berjalan karena nyeri yang ditimbulkan.

Selain penyakit fisiknya, Elvira mengaku teramat stress dengan penyakit yang ia derita.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved