PT KAI Bakal Bangun Double Track dan Geser Stasiun Wilangan ke Saradan

Karena stasiun Wilangan ada pada jalur tebing kemungkinan besar Stasiun Wilangan akan digeser ke lokasi penertiban itu

SURYA Online, MADIUN-Direktur Jendral (Dirjen) Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan bakal membangun jalur double track Madiun - Surabaya. Selain itu, juga bakal dibangun stasiun baru di wilayah jalur ringroad, Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Stasiun baru yang masuk di wilayah Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun itu bakal menggantikan posisi Stasiun Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

"Jadi usai bangunan liar di sepanjang jalur ringroad itu ditertibkan petugas PT KAI Daop VII Madiun dan Satpol PP nanti akan ada wacana pembangunan double track Madiun - Surabaya. Karena stasiun Wilangan ada pada jalur tebing kemungkinan besar Stasiun Wilangan akan digeser ke lokasi penertiban itu dengan dibangunkan stasiun baru untuk memperlancar proyek double track," terang Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto kepada Surya, Jumat (24/10/2014).

Lebih jauh, Supriyanto menguraikan jika stasiun Wilangan tak digeser ke jalur Ring Road Saradan maka dimungkinakan tebing-tebing di sekitar Stasiun Wilangan itu harus dikepras. Oleh karenanya, pihak PT KAI Daop VII Madiun membuat nota kesepakatan dengan Pemkab Madiun untuk menertibkan sekitar 73 bangunan liar di jalur ring road Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang sudah dihuni sekitar 111 orang itu.

"Makanya kami mensepakati kerjasama penertiban yang akan dilaksanakan bertahap. Pokoknya, akhir Tahun 2014 ini jalur ringroad itu harus bersih dari berbagai bangunan mulai berbentuk warung makanan dan minuman, rumah pribadi, rumah karaoke, hingga berbagai bentuk usaha lainnya yang semakin menjamur sekarang ini," imbuhnya.

Supriyanto memastikan wacana double track dan menggeser stasiun Wilangan itu paska perwakilan Dirjen Perkeretaapian dan konsultan yang dibawahnya sudah memberikan pemaparan ke PT KAI Daop VII Madiun pekan kemarin.

"Penertiban itu juga berdasarkan Surat Edaran (SE) KPK tentang Barang dan Aset Negara yang harus ditertibkan serta edaran Kementerian BUMN mengenai Revitalisasi Aset Negara. Wacana pergeseran itu karena doublek track minimal harus ada 4 jalur perlitasan KA. Dua jalur untuk lalu lintas KA utama dan dua jalur lain untuk cadangan KA yang mengalami kerusakan atau sisipan di sepanjang jalur double track itu," ungkapnya.

Sementara Kepala Satpol PP Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono menegaskan jika sosialisasi penertiban warung remang-remang dan karaoke di sepanjang jalur ring road Saradan sudah dilaksanakan. Oleh karenanya, konsep penertibannya akan dilaksanakan dengan membongkar bangunannya sendiri.

"Tetapi, kalau deadline pembongkaran bangunan sendiri tak dilaksanakan sampai akhir tahun 2014, maka kami Satpol PP dan PT KAI Daop VII Madiun yang bakal bertindak menertibkannya," tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) Pemkab Madiun, Tontro Pahlawanto menegaskan jika MoU antara Pemkab Madiun dengan PT KAI Daop VII Madiun ada dua tahap yakni pertama MoU mengenai penertiban agar lokasi tuguh selamat datang di Kabupaten Madiun tidak menjadi ajang prostitusi liar serta MoU kedua mengenai pemanfaatan lahan paska ada penertiban.

"Nah, sekarang kalau sudah ada wacana double track dan stasiun baru di lokasi penertiban itu, maka kalau dimanfaatkan untuk rest area maka kami tinggal menunggu sisa lahannya yang ditertibkan itu tinggal berapa. Baru kami bisa memutuskan lokasi layak untuk rest area atau tidak karena lokasi akan kami jadikan sampel UKM di seluruh Madiun baik makanan maupun hasil UKM lainnya," paparnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Pemkab Madiun, Anang Soelistijono menegaskan jika kedua MoU antara Pemkab Madiun dan PT KAI Daop VII Madiun itu akan disepakati secara bertahap.

"Pokoknya kami tak mau lagi, lokasi masuk pertama dari jalur Surabaya wilayah Kabupaten Madiun menjadi lokasi ajang prostitusi liar. Itu berdampak buruk. Makanya kami bertindak cepat daripada semakin menjamur," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved