Pemkab Buka Lapter Eks Belanda di Pulau Kangean

Lapangan terbang yang terletak di Desa Kali Anyar, Arjasa, Pulau Kangean, bisa didarati pesawat twin otter DHC-8

SURYA Online, SUMENEP – Belum lagi, Bandar Udara ( Bandara ) Trunojoyo resmi menjadi bandara komersil, kini Pemkab Sumenep tengah berupaya membuka lapangan terbang ( Lapter ) yang terletak di Pulau Kangean, tepatnya di Desa Kali Anyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep.

Ditemukannya lapangan terbang yang diduga bekas Belanda itu, menurut Kabag Humas Pemkab Sumenep, Sofiyanto, diawali oleh hasil uji survey udara oleh TNI Angkatan Udara (AU) dari Pasukan Khas 464, Pangkalan Udara, Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

‘’ Atas dasar itu, maka kemudian kita input dan selanjutan dilakukan survey lokasi yang dilakukan sendiri oleh tim yang dipimpin langsung dari TNI AU Paskhas 464, Malang,’’ beber Sofiyanto.

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Mohammad Fadhillah, membenarkan hal tersebut, bahkan menurutnya dari hasil survey yang dilakukan tim antara TNI AU dan Pemkab Sumenep, lapangan terbang yang terletak di Desa Kali Anyar, Arjasa, Pulau Kangean, bisa didarati pesawat twin otter DHC-8, dengan kapasitas sekitar 19 orang.

‘’ Jadi itu benar, dan sebagaimana hasil survey, untuk lapter yang ada saat ini sudah bisa dilandasi pesawat jenis kecil, seperti jenis Twin dengan jumlah penumpang sekitar 19 orang,’’ papar Fadhilah.

Dikatakan, untuk mematangkan rencana pembukaan lapangan terbang di Pulau Kangean tersebut, pihaknya sedang memperbaiki landasan pacu yang sudah ada yakni sekitar 1.000 meter dan lebar 30 meter. ‘’ Itu cikal bakal Bandara Perintis di Pulau Kangean yang sekaligus akan menghubungkan dengan Badara Trunojoyo Sumenep,’’ bebernya.

Ditanya bagaimana dengan proses pembebasannya dengan masyarakat, Fadhilah menyebut bahwa tanah yang dimaksud adalah milik Negara yang milik Perhutani. Sehingga yang diperlukan saat ini adalah berkoordinasi dengan pihak administratur pemangkuhan hutan KPH Pamekasan dan Badan Pertanahan Negara di Sumenep.

‘’ Untuk memuluskan rencana tersebut, Bapak Bupati, sudah mengajukan dana mendahului PAK tahun 2014 dengan jumlah dana yang diperlukan untuk pembukaan lapter tersebut senilai Rp 15 milyar,’’ imbuhnya.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved