Ranu Pani di Mata Kamera Mahasiswa UM

Hasil penjualannya, selanjutnya digunakan untuk membiayai pendidikan, dan proses daur ulang sampah warga desa tersebut

SURYA Online, MALANG - Kehidupan alam Desa Ranu Pani yang asri, sekaligus masyarakatnya yang ramah menjadi daya tarik 22 mahasiswa penggemar Fotografi Universitas Negeri Malang (UM).

Mereka mengabadikan momen menarik di wilayah yang berada di bawah kaki Gunung Semeru, lalu menampilkannya dalam sebuah pameran bertajuk 'Di Bawah Kaki Api'.

M Admam Ululalbab mengatakan, Ranupani adalah wilayah yang abu-abu. Desa ini boleh dibanggakan keasriannya para pendaki, namun wilayah ini juga tercoreng akibat ulah pendaki. Warga desa ini selalu saja panen sampah setiap masa pendakian tiba. Sampah terbanyak adalah botol-botol plastik sisa minuman pendaki. "Sampah-sampah itu mereka kumpulkan di empat tempat, lalu dibakar," kata Admam pada Surya Online, Kamis (3/4/2014).

Admam mengaku sempat memotret realita itu. Warga dengan sepeda motor roda tiga, membawa sampah pendakian ke satu tempat, di utara desa. Mereka lalu membiarkan sampah-sampah di sana hingga  menumpuk. Ketika udara  terang, warga lalu membakar sampah tersebut.

Tak hanya soal sampah yang memprihatinkan. Pameran yang berlangsung di Ruang Perpustakaan UM juga menyampaikan kebahagiaan anak-anak desa, dalam mengenyam pendidikan. Mereka dengan teliti mengambil potret para siswa, baik itu ketika para siswa ini belajar, istirahat hingga bersembahyang. Selain itu, pameran ini juga menampilkan keindahan alam Desa Ranu Pani, termasuk hiruk pikuk warga di dalamnya.

Ketua panitia pameran, Yunita Ratna Dewi menjelaskan foto-foto ini adalah potret kehidupan Ranu Pani selama tiga tahun. Meski sangat panjang, namun realita yang berada dalam foto itu tak berubah. Sampah-sampah di sana juga masih berserakan.

Karena itu, para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi (Himafo) UM lantas mengumpulkan karya-karya ini dalam sebuah buku. Hasil penjualannya, selanjutnya digunakan untuk membiayai pendidikan, dan proses daur ulang sampah warga desa tersebut. "Itu adalah imbal balik dari kami, yang sudah berinteraksi dengan mereka selama tiga tahun," kata Mahasiswa Progam Studi Desain Komunikasi Visual UM angkatan 2013.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved