Beasiswa Sampoerna Foundation Masih Berlaku
"Sejak awal, komitmennya siswa yang terjaring sekolah selama gratis. Kenapa tiba-tiba ada tagihan begitu besa,"
Penulis: David Yohanes | Editor: Adi Agus Santoso
Mereka yang lulus tahun 2013 ini, kata Budiwarti, adalah yang masuk angkatan tahun 2010. Sebab itu, mereka masih terikat perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak. Sesuai dengan komitmen awal, antara SF dengan SMAN 10 Malang, para siswa bebas dari biaya pendidikan. "Sejak awal, komitmennya siswa yang terjaring sekolah selama gratis. Kenapa tiba-tiba ada tagihan begitu besa," katanya, Rabu (19/6/2013).
Pungutan di luar kesepakatan itu, sangat disesalkan sebab selama kerjasama ini pemkot juga membantu proses pembiayaan. "Yang jelas ada anggaran yang dialokasikan untuk anak-anak asli Kota Malang, yang terjaring dalam program Sampoerna Foundation. Jumlah pastinya saya lupa," ungkapnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Shofwan mempertanyatakan tagihan Rp 150 juta tersebut. Menurutnya tagihan tersebut perlu dicek kebenarannya. "Tolong dicek, apa benar ada tagihan tersebut. Dari mana tagihan tersebut," ujarnya.
Menurut Shofwan, saat ini kerja sama antara SMAN 10 dan SF masih berlangsung. Hanya saja, kerja sama tersebut tidak termasuk dalam hal pembiayaan. Kini pembiayaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkot Malang.
Sementara bantuan Sampoerna Foundation di luar pembiayaan, seperti pelatihan SDM, mengundang pengusaha sebagai pembicara dan sebagainya. Sampoerna Foundation juga yang membantu para siswa yang akan dikirim ke luar negeri. "Mereka yang mengurus kuliah ke luar negeri para siswa berprestasi. Mereka juga yang mencarikan sponsor, yang mau memberikan bea siswa," tambahnya.