Warga Protes Monopoli Kos Kampus Unik
Mahasiswa yang diwajibkan tinggal di asrama merupakan mahasiswa baru Fakultas Kesehatan
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa
"Masyarakat sudah tiga kali menyampaikan surat somasi kepada pengelola kampus Unik, tapi belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan," ungkap Edi Husodo, juru bicara warga kepada Surya, Minggu (2/6/2013).
Dijelaskan Edi Husodo, protes warga dilakukan karena pihak rektorat mewajibkan mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Unik untuk tinggal dan makan di asrama. Akibat kebijakan itu, membuat pengelola kos dan warung makanan di sekitar kampus menjadi sepi pembeli.
Masalahnya, banyak warga sekitar kampus yang menggantungkan penghasilannya dari usaha kos-kosan dan warung makanan. Jika mahasiswa diwajibkan tinggal dan makan di asrama usaha masyarakat tersebut akan gulung tikar.
"Kami dulu berharap hadirnya kampus Unik dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Tapi nyatanya keberadaan kampus Unik sekarang malah mematikan usaha masyarakat," ungkapnya.
Terlebih banyak masyarakat yang membangun usaha kos dari uang kredit bank. Saat ini tempat kos serta warung mereka sepi karena mahasiswa tinggal dan makan di dalam asrama yang disiapkan pihak kampus.
Mahasiswa yang diwajibkan tinggal di asrama merupakan mahasiswa baru Fakultas Kesehatan. Para mahasiswa itu juga diwajibkan membayar tunai setahun tempat kos dan katering makanannya. Ada ratusan mahasiswa baru yang diwajibkan tinggal di asrama.
Warga sendiri telah mengirimkan surat pengaduan ke DPRD Kota Kediri. Hanya saja pihak dewan sejauh ini masih belum melakukan mediasi untuk membahas keluhan warga sekitar kampus Unik. Sementara Joko, Rektor Unik belum dapat dikonfirmasi Surya. Nomer ponselnya saat dikontak hanya terdengar nada sibuk.