Rabu, 10 Juni 2026

Warga Protes Limbah Bercampur Babi

"Kalau tahu pengolahan limbah ini juga dicampur dengan limbah babi, kami pasti tidak setuju.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG - Pengoperasian pengolahan limbah komunal sejak sebulan lalu di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat.

Menurut warga, seharusnya limbah yang masuk adalah dari rumah tangga warga. Namun ternyata, limbah babi juga masuk ke pengolahan limbah. "Kami tidak keberatan dengan peternakan babi yang dikelola warga. Tapi harusnya limbah babi ada tempatnya sendiri, dan tidak dicampur dalam limbah komunal itu," jelas warga yang keberatan menyebut namanya kepada Surya Online, Kamis (16/5/2013).

Tempat pengolahan limbah komunal itu, terletak di sebuah lahan dekat sungai kering. Lokasinya antara Dusun Permanu dan Dusun Tunggul. Di Dusun Tunggul, tepatnya di RW 4 ada beberapa KK yang memiliki peternakan babi.

Di antara peternak, ada yang sudah memiliki pengelolaan limbah sendiri sehingga bisa jadi biogas. Namun ternyata ada yang tidak memiliki pengelolaan limbah, sehingga limbah babi ikut masuk di pengolahan limbah komunal warga itu.

Rahmat, Ketua RW 5 Desa Permanu menjelaskan keluhan warganya memang sudah disampaikan secara lisan ke pemdes namun belum ada solusinya. "Kalau tahu pengolahan limbah ini juga dicampur dengan limbah babi, kami pasti tidak setuju. Harusnya memang limbah babi dibuatkan resapan sendiri," kata Rahmat di rumahnya.

Proyek itu, lanjutnya, sekarang masih dalam tahap penyelesaian tetapi belum disosialisasikan ke warga sehingga ditengarai tidak ada izin HO-nya serta tidak ada papan namanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved