Rabu, 10 Juni 2026

Nunggak, Pasien Tidak Boleh Keluar RSSA

Kalau tidak bayar, pesan dokter tidak bisa pulang. Kemarin minta bantuan ke bagian kesra

Tayang:
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, BATU - Novia Lailatul Naila (16) terancam tidak bisa ke luar dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Pasalnya, setelah menjalani operasi kanker usus, orang tuanya tidak bisa membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 30 juta.

Orang tua Naila, Lukman Wahyudi (47) dan Isnaini, sudah bercerai sejak 11 tahun lalu. Saat ini, Naila hidup bersama neneknya Siti Karomah, di Jl WR Supratman gang III Kota Batu.

Menurut Lukman, saat masuk pertama ke RSSA kondisi Naila agar kritis. Ia lalu minta anaknya dirawat di kelas I RSSA.
"Kami waktu itu panik, jadi tidak tahu kalau biaya di kelas I begitu besar, kami harus membayar Rp 30-an juta," ujar Lukman, Kamis (16/5/2013).

Beberapa hari usai operasi, tubuh Naila harus dijahit untuk menutup bekas operasi. Namun, sebelumnya pihak RSSA meminta agar biayanya dilunasi lebih dulu.

Lukman minta keringanan, dengan cara mengurus surat pernyataan miskin (SPM) dari RT, RW, dan kelurahan. Namun, SPM itu tidak bisa digunakan untuk perawatan di kelas I, akibatnya bekas operasi Naila terancam tak ditutup oleh dokter. "Saya tetap minta keringanan, akhirnya dibolehkan membayar Rp 15 juta dulu," kata tukang ojek ini.

Sisanya, Lukman mengaku mencari pinjaman hingga akhirnya terkumpul Rp 10 juta. Uang itu lalu diserahkan ke RSSA, baru kemudian dokter bersedia menutup bekas luka operasi Naila.

Lima hari ke depan, kata Lukman, anaknya yang duduk di kelas I MAN 2 Kota Batu itu akan pulang. Namun Lukman harus membayar sisa tanggungan sebesar Rp 20 juta lagi. "Ya saya akan mencari pinjaman. Kalau tidak bayar, pesan dokter tidak bisa pulang. Kemarin minta bantuan ke bagian kesra, tapi tidak tahu diberi atau tidak," katanya.

Lurah Sisir, Sumaji membenarkan kalau warganya bernama Lukman itu pernah mengajukan SPM. Namun, SPM itu tidak bisa menanggung biaya perawatan kelas I. Karena tidak bisa mengcover, Sumaji berusaha mengajukan ke Bagian Kesra. "Waktu itu Kesra memang menyarankan supaya turun ke kelas III, agar bisa dicover APBD," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved