Mahasiswa Ajari Bisnis Warga
pola pengolahan makanan oleh masyarakat masih sangat tradisional sehingga potensi singkong yang ada di desa itu belum dikembangkan
Tayang:
Editor:
Wahjoe Harjanto
SURYA Online, BANGKALAN - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan mengajarkan warga mengembangkan bisnis dengan bahan pangan olahan lokal.
Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Nizarul Alim, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat kecil di perdesaan melalui keterampilan membuat bahan pangan olahan, seperti singkong.
"Tahun 2013 ini ada sebanyak 59 orang siswa dari Fakultas Ekonomi yang kami terjunkan ke masyarakat guna mengajari mereka mengembangkan bisnis pangan olahan," katanya menjelaskan, kAMIS (9/5/2013).
Selain memang merupakan kegiatan rutin berupa bakti sosial tahunan, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mengenalkan kampus kepada masyarakat perdesaan.
Menurut dia, Tahun 2013 ini, sasaran bakti sosial mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Bangkalan di Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Bangkalan.
"Selama kegiatan bakti sosial itu, mahasiswa mengajari ibu-ibu rumah tangga mengolah pangan olahan seperti singkong menjadi makanan yang memiliki nilai jual bagus," katanya menjelaskan.
Desa Kokop sendiri merupakan satu dari 281 desa yang ada di Kabupaten Bangkalan, yang tersebar di 18 kecamatan dan dikenal sebagai salah satu penghasil singkong terbanyak di Bangkalan.
Hanya saja, pola pengolahan makanan oleh masyarakat masih sangat tradisional sehingga potensi singkong yang ada di desa itu belum dikembangkan secara maksimal dan tidak bernilai ekonomis.
Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Nizarul Alim, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat kecil di perdesaan melalui keterampilan membuat bahan pangan olahan, seperti singkong.
"Tahun 2013 ini ada sebanyak 59 orang siswa dari Fakultas Ekonomi yang kami terjunkan ke masyarakat guna mengajari mereka mengembangkan bisnis pangan olahan," katanya menjelaskan, kAMIS (9/5/2013).
Selain memang merupakan kegiatan rutin berupa bakti sosial tahunan, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mengenalkan kampus kepada masyarakat perdesaan.
Menurut dia, Tahun 2013 ini, sasaran bakti sosial mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Bangkalan di Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Bangkalan.
"Selama kegiatan bakti sosial itu, mahasiswa mengajari ibu-ibu rumah tangga mengolah pangan olahan seperti singkong menjadi makanan yang memiliki nilai jual bagus," katanya menjelaskan.
Desa Kokop sendiri merupakan satu dari 281 desa yang ada di Kabupaten Bangkalan, yang tersebar di 18 kecamatan dan dikenal sebagai salah satu penghasil singkong terbanyak di Bangkalan.
Hanya saja, pola pengolahan makanan oleh masyarakat masih sangat tradisional sehingga potensi singkong yang ada di desa itu belum dikembangkan secara maksimal dan tidak bernilai ekonomis.
KOMENTAR