Minggu, 3 Mei 2026

FKB Tolak Pertambangan

Jangan jadikan Jember basis industri berat

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYAOnline, JEMBER - Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Jember menolak Jember dijadikan kawasan pertambangan. Penolakan ini disampaikan juru bicara FKB M Hafidi dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap Raperda Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka (RPJP), Senin (11/3/2013).

"Apalagi tambang yang akan dieksplorasi berada di kawasan hutan
lindung yang di dalamnya ada kawasan resapan air," ujar Hafidi.

Menurut FKB, kerugian bagi masyarakat setempat yang ditimbulkan
pertambangan lebih banyak dibandingkan keuntungan sebab hanya
dirasakan oleh segelintir orang.  Bahkan FKN juga mengutip data dari
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) yang menyebut bahwa 70 persen
kerusakan lingkungan hidup di Indonesia akibat kebiatan pertambangan.

Selain menolak pertambangan, FKB juga menolak jika Jember berbasis
industri berat untuk tata ruang wilayahnya. "Jangan jadikan Jember
basis industri berat," imbuh Hafidi.

Sementara menurut Ketua DPC PKB Jember yang juga Wakil Ketua DPRD
Jember Miftahul Ulum menambahkan, FKB bukannya menolak industrialisasi
di Jember. "tetapi memang bukan industri berat yang merusak
lingkungan. Industri pariwisata, ekonomi kreatif atau agrobisnis.
Jember ini kawasan pertanian dan perkebunan, kenapa tidak dijadikan
kawasan agrobisnis," tegas Ulum.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved