FKB Tolak Pertambangan
Jangan jadikan Jember basis industri berat
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Wahjoe Harjanto
"Apalagi tambang yang akan dieksplorasi berada di kawasan hutan
lindung yang di dalamnya ada kawasan resapan air," ujar Hafidi.
Menurut FKB, kerugian bagi masyarakat setempat yang ditimbulkan
pertambangan lebih banyak dibandingkan keuntungan sebab hanya
dirasakan oleh segelintir orang. Bahkan FKN juga mengutip data dari
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) yang menyebut bahwa 70 persen
kerusakan lingkungan hidup di Indonesia akibat kebiatan pertambangan.
Selain menolak pertambangan, FKB juga menolak jika Jember berbasis
industri berat untuk tata ruang wilayahnya. "Jangan jadikan Jember
basis industri berat," imbuh Hafidi.
Sementara menurut Ketua DPC PKB Jember yang juga Wakil Ketua DPRD
Jember Miftahul Ulum menambahkan, FKB bukannya menolak industrialisasi
di Jember. "tetapi memang bukan industri berat yang merusak
lingkungan. Industri pariwisata, ekonomi kreatif atau agrobisnis.
Jember ini kawasan pertanian dan perkebunan, kenapa tidak dijadikan
kawasan agrobisnis," tegas Ulum.