Kamis, 11 Juni 2026

Ahmad Abdul Kholik, Pengusaha Konveksi di Tuban

Kuncinya Kalahkan Malu dan Malas

Ingin menjadi besar tanpa ikut orang lain.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Endah Imawati
SURYA Online, TUBAN - Ahmad Abdul Kholik (31) mengakui bahwa ia juga punya banyak kelemahan. Salah satunya, rasa malas dan malu untuk menjalan usaha.

“Intinya hanya mengalahkan rasa malu dan malas. Itu yang selalu saya lakukan sampai bisa menjadi seperti ini,” ungkap Kolik. “Yang paling berat memang itu. Rasa malu dan malas selalu menjadi kendala. Untungnya saya dapat mengalahkannya,” imbuhnya.

Mengenai hambatan usaha, Kolik juga mengaku kerap sekali merasakannya. Bahkan, ia juga beberapa kali ditipu rekan kerjanya sampai usahanya gulung tikar. Pembayaran dari rekanan yang macet selama tiga bulan membuat usaha suplai alat tulis langsung rontok.

Ia juga pernah mencoba budidaya ikan. Sayangnya, itu hanya bertahan tiga minggu dan selesai ketika panen pertama. Saat itu, Kolik mendapat order besar dari Pasar Muara Baru Jakarta. Setelah jumlahnya mencukupi, satu truk ikan dikirm ke sana. Apes, ikan dari Kolik ditolak karena kondisinya tampak segar di luar tapi dalamnya sudah busuk.

“Akibat kejadian itu, saya sampai rugi Rp 18 juta. Waktu itu, uang segitu sudah sangat banyak bagi saya,” kisahnya.

Kerugian sebesar itu sempat membuat mentalnya drop. Akan tetapi, ia berhasil membangun kembali semangatnya dangam salat malam dan semangat untuk kembali tumbuh. Rasa malu, malas dan sebagainya yang bertumpuk jadi satu saat itu berhasil dikalahkan dengan cita-cita besar yang dimilikinya.

“Saya ingat bahwa saya ingin menjadi besar tanpa harus ikut orang lain. Semangat saya pun tumbuh. Saya memulai lagi usaha dari nol sampai akhirnya bisa bangkit,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved