Gelombang Tinggi, Nelayan Lupa Selamatkan Perahu
Sejumlah nelayan tetap lupa menyelamatkan perahu masing-masing.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Titis Jati Permata
Kendati demikian, sejumlah nelayan tetap lupa menyelamatkan perahu masing-masing.
“Masih ada beberapa perahu yang lupa diamankan sehingga akhirnya hancur diterjang ombak. Perahu lain yang berhasil dipinggirkan, tidak mengalami kerusakan,” terang Febriana Kristanti, Sekretaris Desa Tambakrejo, Sabtu (12/1/2013).
Menurut Febry, warga baru mengetahui ada sejumlah perahu nelayan yang rusak pagi tadi. Saat itu, air laut sudah surut dan warga berniat untuk membersihkan rumah-rumah yang terendam air. Ketika itulah mereka baru sadar bahwa sejumlah perahu, masih belum dipindahkan pemiliknya dari tambatan di bibir pantai.
“Ketinggian ombak sekitar 5 sampai 7 meter. Sedangkan jangkauannya, mencapai 50 meter dari bibir pantai. Karena itu, warga sudah dua minggu tidak melaut,” tambahnya.
Bantuan makanan dari Dinas Sosial Kabupaten Malang telah dibagikan kepada 62 kepala keluarga yang mendiami perkampungan tersebut. Selain itu, ada bantuan berupa peralatan serta dana untuk memperbaiki dua rumah semi permanen, yang rusak karena terkena angin kencang, Rabu (9/1/2013).