PBB untuk Masyarakat Dunia
Semua orang, di manapun ia berada mampu membuat perubahan, sama seperti PBB yang bekerja untuk masyarakat dunia.
Tayang:
Editor:
Tri Hatma Ningsih
Oleh : Nur Rohimatul Lailah
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang
Selasa (16/10) Universitas Brawijaya Malang menggelar kuliah umum khusus mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) yang dihadiri lebih dari 2000 maba Fisip (S1, S2, S3) dengan narasumber luar biasa, Mr Michele Zaccheo, direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta. UNIC adalah lembaga penerangan PBB di Indonesia.
Zaccheo pada kesempatan itu menjelaskan PBB lewat presentasi berjudul Past, Present, and Future in the Global Agenda, dari sejarah, tugas, tujuan, area kerja, struktur, sistem PBB serta peran Indonesia bagi PBB itu sendiri. Saat ini, jelas pria asli Italia itu, PBB bermarkas di New York dan beranggotakan 193 negara. PBB didirikan setelah perang dunia ke-2, tanggal 24 oktober 1945 hanya beranggota 51 negara.
PBB berkomitmen menjaga perdamaian melalui kerja sama internasional dan keamanan kolektif. Dapat disimpulkan, peran PBB terhadap dunia sangat penting, di antaranya PBB dijadikan forum internasional untuk menyelesaikan semua masalah-masalah di dunia baik yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, aturan hukum, perdamaian, perlucutan senjata, pendidikan, HAM, dan lain-lain.
Menurut pria pernah menjadi produser TV PBB di New York, officer penjaga kedamaian di Timur Leste, Perancis, Swedia, Inggris, Spanyol, dan Indonesia itu, struktur PBB memiliki enam bagian utama yakni majelis umum, dewan keamanan, sekretariat, dewan sosial dan ekonomi, dewan perwakilan, dan mahkamah internasional.
Tugas mereka berbeda-beda tetapi tetap bertujuan kepada satu titik yaitu mensejahterakan masyarakat di dunia, imbuh pria ramah yang berpengalaman di bidang jurnalistik dan humas, sesuai bidang pendidikan formal (sarjana dan magister) yang pernah ditekuninya.
Peran Indonesia tak kalah penting, di antaranya menjadi kontributor ke-15 penyumbang pasukan berseragam dalam misi-misi penjaga kedamaian PBB, yaitu 2.000 personel. Indonesia juga merupakan negara yang memimpin memerangi perubahan iklim di dunia, selain negara pemimpin global untuk pengurangan risiko bencana serta menjadi wakil ketua panel tingkat tinggi agenda pembangunan pasca 2015.
Zaccheo berpesan, semua orang pasti bisa membuat perubahan di manapun mereka berada seraya mengingat bahwa , The United Nation works for you, PBB bekerja untuk masyarakat di dunia.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang
Selasa (16/10) Universitas Brawijaya Malang menggelar kuliah umum khusus mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) yang dihadiri lebih dari 2000 maba Fisip (S1, S2, S3) dengan narasumber luar biasa, Mr Michele Zaccheo, direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta. UNIC adalah lembaga penerangan PBB di Indonesia.
Zaccheo pada kesempatan itu menjelaskan PBB lewat presentasi berjudul Past, Present, and Future in the Global Agenda, dari sejarah, tugas, tujuan, area kerja, struktur, sistem PBB serta peran Indonesia bagi PBB itu sendiri. Saat ini, jelas pria asli Italia itu, PBB bermarkas di New York dan beranggotakan 193 negara. PBB didirikan setelah perang dunia ke-2, tanggal 24 oktober 1945 hanya beranggota 51 negara.
PBB berkomitmen menjaga perdamaian melalui kerja sama internasional dan keamanan kolektif. Dapat disimpulkan, peran PBB terhadap dunia sangat penting, di antaranya PBB dijadikan forum internasional untuk menyelesaikan semua masalah-masalah di dunia baik yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, aturan hukum, perdamaian, perlucutan senjata, pendidikan, HAM, dan lain-lain.
Menurut pria pernah menjadi produser TV PBB di New York, officer penjaga kedamaian di Timur Leste, Perancis, Swedia, Inggris, Spanyol, dan Indonesia itu, struktur PBB memiliki enam bagian utama yakni majelis umum, dewan keamanan, sekretariat, dewan sosial dan ekonomi, dewan perwakilan, dan mahkamah internasional.
Tugas mereka berbeda-beda tetapi tetap bertujuan kepada satu titik yaitu mensejahterakan masyarakat di dunia, imbuh pria ramah yang berpengalaman di bidang jurnalistik dan humas, sesuai bidang pendidikan formal (sarjana dan magister) yang pernah ditekuninya.
Peran Indonesia tak kalah penting, di antaranya menjadi kontributor ke-15 penyumbang pasukan berseragam dalam misi-misi penjaga kedamaian PBB, yaitu 2.000 personel. Indonesia juga merupakan negara yang memimpin memerangi perubahan iklim di dunia, selain negara pemimpin global untuk pengurangan risiko bencana serta menjadi wakil ketua panel tingkat tinggi agenda pembangunan pasca 2015.
Zaccheo berpesan, semua orang pasti bisa membuat perubahan di manapun mereka berada seraya mengingat bahwa , The United Nation works for you, PBB bekerja untuk masyarakat di dunia.
KOMENTAR