Kamis, 28 Mei 2026

Ditumpangi Buron, Garuda Balik Kucing

GA 291 jurusan Malang-Jakarta yang siap meninggalkan landasan, dilihatnya seketika kembali ke apron

Tayang:
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MALANG – Mulyo Cahyono (42), sopir taksi asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang sehari-hari mangkal di kompleks Bandara Abdulrachman Saleh, siang tadi (25/7/2012) sekitar pukul 10.45 WIB dibuat terkejut.

Tak seperti biasanya, pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 291 jurusan Malang-Jakarta yang siap meninggalkan landasan, dilihatnya seketika kembali ke apron pesawat. Tak lama kemudian, sekitar sepuluh petugas yang disangkanya adalah polisi berpakaian preman, disaksikannya dari kejauhan sedang berlari menuju pesawat dan memasukinya.

Belum habis rasa herannya, beberapa pria yang tadi memasuki pesawat, tak lama berselang kembali keluar sambil menggiring seorang pria berbaju batik putih. Tak hanya itu, beberapa dari gerombolan pria tersebut juga berupaya menurunkan barang bawaan yang kemudian diketahuinya ialah milik pria berbaju putih tersebut.

Demikianlah hingga akhirnya rombongan pria tersebut pergi meninggalkan lokasi bandara dengan mengendarai Toyota Kijang Innova hitam, pria yang akrab dipanggil Mulyo itu mengeluarkan ponsel dan membuka situs jejaring sosial Twitter. Di laman tersebut dituliskannya demikian : “Garuda Airlines uda hampir terbang, balik ke appron lagi, salah satu penumpang ada buronan yg masuk dalam #DPO @infomalang”

Apa yang disaksikan oleh Mulyo itu ialah proses penangkapan yang dilakukan Satgas Intelijen Kejaksaan Agung terhadap buronan Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Direktur PT Satui Bara Tama, Parlin Riduansyah. Hanya saja, Mulyo sendiri sama sekali tak tahu persis mengenai hal tersebut.

“Yang saya tahu ada orang tinggi besar dengan wajah seperti Gayus Tambunan pakai celana jeans sama baju batik putih yang ditangkap intel polisi. Waktu itu, pesawat sebenarnya sudah mau lepas landas tapi oleh bandara tiba-tiba disuruh berhenti dan kembali ke apron. Setelah itu baru ada polisi-polisi yang lari ke pesawat menangkap dia. Saya tidak tahu dia itu DPO (daftar pencarian orang). Yang saya tahu ya cuma seperti itu saja,” urai Mulyo.

Dihubungi terpisah, General Manager Garuda Indonesia Kantor Malang, Agung Prabowo menyebutkan bahwa akibat kejadian tersebut, pesawat yang seharusnya terbang pada pukul 11.50 WIB, akhirnya harus mengalami penundaan selama kurang lebih 30 menit.

“Keseluruhan tidak sampai mengganggu penerbangan, cuma delay sekitar setengah jam itu saja. Saya sih tidak tahu persis bagaimana kejadiannya tadi, kebetulan saya sedang tidak disana (bandara) waktu itu dan cuma dapat laporan saja,” sebut Agung.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved