Kamis, 23 Mei 2013: 00:28:34

86 Mbok Jamu Adu Jos

Kamis, 28 Juni 2012 23:16 WIB | Dibaca: 653 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Iksan Fauzi
jamu.jpg
surya/iksan fauzi
HERBAL - Seorang juri tengah meneliti jamu gendong seorang perserta.
SURYA Online, BATU - Jamu tradisonal ternyata masih memiliki kekuatan untuk menyehatkan tubuh manusia. Apalagi, tren gaya hidup natural membuat jamu tradisional yang juga disebut obat herbal, menjadi pilihan alternatif bagi kebanyakan orang.

Untuk melestarikan ini, sebanyak 48 mbok jamu se-Jawa Timur meramaikan lomba pembuatan jamu beras kencur dan cabe puyang, di Kota Batu, Kamis 28/6/2012).

Menurut Kepala UPT Balai Metrika Medika Jawa Timur, Husin Rayes Malali, sasaran utama lomba ini tidak lain adalah para penjual jamu, baik yang keliling dari satu kampung ke kampung lain, maupun memiliki tempat sendiri.

“Ini untuk melestarikan (jamu tradisional) sebagai warisan budaya. Saat ini orang lebih senang obat kimia, dan melupakan obat herbal. Apalagi anak muda jaman sekarang tidak kenal jamu, padahal manfaatnya sangat tinggi,” ujar Husin.

Menurut Husin, ini adalah lomba jamu pertama tingkat Jawa Timur. Juri akan menilai beberapa kategori, yakni cara pembuatan, higienis, dan bagaimana jamu yang siap dikonsumsi tidak menurunkan nilai herbalnya. Produk yang dilombakan itu akan diuji ke laboratorium.

Untuk mengembangkan jamu agar dikonsumsi masyarakat, dalam waktu dekat ini UPT akan kerjasama dengan Xianjing China dalam pengembangan obat dari tanaman herbal. Kerjasama ini akan melibatkan petani obat-obatan seluruh Jawa Timur. UPT sendiri sudah membina petani ini, antara lain di Pacitan petani jahe, Ponorogo petani kunir.

Selain itu, UPT ini sedang mengembangkan 700 jenis tanaman obat. Pihak UPT sudah menyiapkan bibit, biji-bijian, daun yang dikeringkan, dan ekstrak gratis untuk masyarakat. Serta membuka konsultasi buat masyarakat, pembuat jamu dan petani.

Salah satu peserta lomba perwakilan Batu, Meiseni mengatakan, tahun lalu ia sempat meraih juara dalam pembuatan jambu gendong tingkat Malang Raya. Meiseni sudah 17 tahun jualan jamu keliling, mulai dari kantor Samsat, RS Paru, dan alun-alun. "Kami senang saja usaha ini, karena saya sudah memiliki banyak pelanggan," ungkapnya.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/