Minggu, 19 Mei 2013: 10:14:46

Dua Dusun di Batu Berebut Sumber Air

Sabtu, 21 April 2012 14:25 WIB | Dibaca: 484 | Editor: Suyanto | Sumber : Kompas.com
sumber_air.jpg
Ilustrasi
SURYA Online, BATU -Warga dua dusun di Kota Batu, Jatim  terlibat perebutan sumber air. Satu desa memerlukan sumber air itu untuk pengairan sawah, sedangkan warga desa lain memerlukannya sebagai sumber air minum.

Sengketa  itu melibatkan warga Dusun Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo, dengan warga Dusun Jambirejo, Desa Beji. Warga Dusun Gondorejo menggunakan air dari sumber untuk kebutuhan pengairan sawah. Sementara warga Beji, menggunakannya untuk kebutuhan air sehari-harinya.

Solihin, warga Dusun Gondorejo mengatakan, sumber air punden, Gondorejo digunakan oleh sedikitnya 197 kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam Himpunan Pengguna Air Sawah (Hipa).

"Warga merasa keberatan dengan pipanisasi yang dilakukan oleh warga Dusun Jambirejo Desa Beji," ujar Solihin, kepada Kompas.com, Sabtu (21/4/2012).

Dikatakannya, pipa tersebut dicabut dan tidak boleh dipasang lagi, sebelum ada hasil kesepakatan atau musyawarah bersama antara kedua belah pihak.

Prosedur musyawarah bersama tentang pengaturan air harus melibatkan pemerintah desa dan badan perwakilan desa. "Karena prosedur musyawarah bersama dengan pemerintah desa, belum dilalui. Tapi warga Dusun Jambirejo Desa Beji, sudah memasang pipa dan menggunakan sumber air itu," katanya.

Menurut Solihin perseteruan antara warga dua dusun itu sudah berlangsung sejak Maret lalu. Bahkan warga Dusun Gondorejo sudah keempat kali membongkar pipa di dua sumber air itu. Persoalannya kata Solihin, kalau musim kemarau datang, seringkali sungai kering tidak menghasilkan air.

"Karena itu, lebih baik warga Dusun Jambirejo menghentikan mengambil air dari sumber air punden Gondorejo itu.

Sementara itu, menurut Sumantri, perwakilan dari warga Dusun Jambirejo pihaknya sudah mendapat izin penggunaan sumber air dari Kepala Dusun (Kasun) Gondorejo dan pemilik lahan yang kebetulan memiliki sumber air tersebut.

"Kami sudah mendapat izin dari Kasun dan pemilik lahan sejak dua bulan silam. Saat ini kami juga sedang mengurus izin menggunakan sumber air ke Dinas Pengairan dan Bina Marga Kota Batu," akunya.

Menurutnya, pipa yang dipasang sejak dua bulan lalu itu, sepanjang 1,5 kilometer dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 96 juta. "Warga urunan bersama untuk membangun pipanisasi itu," katanya.

Terkait tindakan warga Dusun Gondorejo Desa Oro-Oro Ombo, yang membongkar pipa milik mereka, pada Jumat (21/4/2012) pagi itu, Sumantri menyatakan akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian setempat.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/