TOPIK
Kejahatan Dimas Kanjeng
-
Rencananya sidang kasus dugaan penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Probolinggo
-
Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang sempat bikin geger orang Indonesia, akan segera disidangkan. Persidangan akan digelar di Probolinggo. Ini alasannya
-
MARWAH DAUD IBRAHIM PERTAHANKAN ASET DIMAS KANJENG. Dia tetap setia pada tersangka tiga kasus itu: penipuan, pembunuhan dan pencucian uang.
-
MARWAH TURUN TANGAN. Ketua Yayasan Kraton Kasultanan Raja Prabu Rajasa Nagara, Marwah Daud Ibrahim, mendatangi Ditreskrimum Polda Jatim.
-
LAPORKAN DIMAS KANJENG. Perempuan yang tinggal di Panarukan, Situbondo ini melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.
-
"APAPUN yang terkait dengan masalah ini akan disita penyidik," tandas Kombes Argo Yuwono.
-
DITOLAK. Ketika pembacaan putusan praperadikan, tak satupun kuasa hukum Dimas Kanjeng Taat Pribadi terlihat di persidangan.
-
Saya mewakili semua tim menyatakan mencabut hak-hak kami dan mundur sebagai kuasa hukum.
-
Sidang kami tunda besok (hari ini, Selasa 22/11/2), dan kami sepakati agendanya selain pembacaan permohonan dilanjutkan dengan jawaban termohon.
-
Awalnya, Dimas Kanjeng jadi tersangka dalang pembunuhan dua pengikutnya, Ismail Hidayah asal Situbondo dan Abdul Gani asal Probolinggo. Kini...
-
"Itu tidak benar, semua langkah penyelidikan, penyidikan dalam proses hukum ini berjalan sesuai ketentuan yang ada," katanya.
-
Untuk kasus TPPU, penyidik bakal menguak dari mana dan kemana saja aliran uang yang diperoleh Taat Pribadi.
-
Saat penemuan bunker yang lokasinya sekitar 50 meter dari rumah istri kedua Taat bernama Laila, kondisinya tak ada uang sepeser pun.
-
Pulpen Laduni menjadi sebuah benda yang mendadak populer setelah Polda Jawa Timur merilis alat ini.
-
“Sesuai dengan pengakuan klien kami, penangkapan ini tidak sah karena tidak dilengkapi surat penangkapan saat itu,” katanya.
-
Seusai diperiksa, Marwah Daud Ibrahim tak mau berkomentar terkait kasus penipuan yang diduga dilakukan gurunya.
-
Uniknya, Dahro justru melihat sang mertua yang dikenal suka melucu itu tidak tegang.
-
Marwah cerita bahwa diberi tasbih oleh Abah Holil. Mendengar cerita itu, Vijay sampai tak kuat menahan tawa.
-
“Saat kami dalami SH ternyata hanya korban saja. Akhirnya, kami tetapkan Ahmad Subairi ini,” katanya dalam rilis kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)
-
"Ahmad Zubairi ini orang kepercayaan Taat. Ia disuruh membeli cincin, bolpen laduni, perhiasan emas palsu dan lainnya," ujar Kombes Argo, Rabu (9/11)
-
Pemeriksaan kedua Marwah Daud Ibrahim di gedung Ditreskrimum Polda Jatim terkait laporan dugaan penipuan bermodus penggandaan uang dengan korban...
-
Ayahnya diajak bergabung mengikuti pengajian di Jawa Timur oleh tetangganya bernama Karmawi, sejak enam bulan lalu.
-
Sadeli yang baru dua kali pergi ke Jawa Timur, mengaku kepada para tetangganya ikut sebuah pengajian.
-
Pemeriksaan inti terkait akta pendirian, Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) dan dananya dari mana.
-
Setelah Dollah meninggal dunia, Dimas Kanjeng mempercayakan penjahitan jubah pada Mahmudiono.
-
Marwah Daud diperiksa penyidik terkait dirinya sebagai Ketua Yayasan Kasultanan Prabu Rajasa Kertanagara.
-
Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang berusaha menyetir keterangan ketujuh mahaguru itu.
-
Marwah yang diagendakan diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jatim sebagai saksi, Rabu (9/11/2016) besok juga diberi tasbih oleh Marno.
-
Para mahaguru Dimas Kanjeng ternyata sebetulnya tukang becak, gelandangan, pengemis, kuli bangunan dan sejenisnya.
-
Maha guru atau sering dipanggil abah itu sering tampil di sejumlah acara yang digagas Dimas Kanjeng Taat Pribadi.