Selasa, 5 Mei 2026

Daikin Designer Awards 2025, Penghargaan Daikin bagi Orisinalitas Karya Arsitektur & Desain Interior

PT Daikin Airconditioning Indonesia (Daikin) memberikan penghargaan kepada pegiat desain interior dan arsitektur Daikin Designer Awards 2025

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Daikin
DAIKIN DESIGNER AWARD 2025 - Shinji Miyata (kanan) Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia saat mendampingi salah satu pemenang diajang DAIKIN Designer Award 2025. DAIKIN memberikan penghargaan kepada pegiat desain interior dan arsitektur yang memadukan unsur estetika dengan perhatian pada sistem tata udara dalam karya bagi hunian ideal dan bangunan F&B. 
Ringkasan Berita:
  • Daikin memberikan 21 penghargaan kepada pegiat desain/arsitektur pada Daikin Designer Awards 2025, dengan fokus estetika dan sistem tata udara.
  • Kompetisi mencatat peningkatan partisipasi menjadi 1.700 pendaftar, menandakan meluasnya inspirasi desain ideal.
  • Daikin menaikkan level kompetisi dengan kolaborasi Indonesia-Malaysia.
  • Pemenang kategori Proyek Terbangun diraih GeTs Architects, dan pemenang kategori Konseptual didominasi karya dengan gagasan orisinal.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Daikin Airconditioning Indonesia (Daikin) memberikan penghargaan kepada pegiat desain interior dan arsitektur yang memadukan unsur estetika dengan perhatian pada sistem tata udara dalam karya bagi hunian ideal dan bangunan Food & Beverage (F&B).

Hal ini menjadi puncak perhelatan kompetisi Daikin Designer Awards 2025 di Jakarta pada pekan lalu.

Baca juga: Resmikan Daikin Center of Excellence Pertama di BLK Bekasi, Daikin: Tingkatkan Kompetensi Pekerja

Sejumlah 21 penghargaan diberikan mewakili tujuh kategori dalam kompetisi yang dibuka sejak April lalu.

Keseluruhannya dipilih dari sekitar 1.700 pendaftar yang jumlahnya terbilang terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.

“Tak hanya menjadi penanda semakin tingginya animo untuk menjadi peserta kompetisi ini, terus  meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin meluasnya inspirasi bagi lahirnya desain ruang hidup ideal yang memberikan perhatian pada keindahan sekaligus tata udara didalamnya. Hal yang menjadi tujuan utama kami dalam perhelatan kompetisi tersebut,” kata Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut Shinji menyatakan, peningkatan jumlah peserta ini juga tak lepas dari konsistensi Daikin dalam melakukan pengembangan pada tiap perhelatannya.

Bahkan pada tahun ini, sebagai tahun kelima penyelenggaraannya, Daikin membuat tonggak baru dengan membawa kompetisi tahunan ini ke tingkat lebih luas melalui kolaborasi Indonesia dan Malaysia.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal bagi harapan yang sama. Semakin menyebarnya inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang mengedepankan sistem tata udara dan unsur estetika di tingkat ASEAN,” jelas Shinji.

Kompetisi Prestisius Dunia Arsitektur dan Desain Interior

Bentuk nyata kolaborasi Indonesia dan Malaysia, tak hanya ditunjukkan dari dibukanya kompetisi ini bagi peserta yang berasal dari kedua negara.

Lebih dari itu, Daikin bahkan menggandeng DOMA Initiatives dan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID) yang keduanya dikenal sebagai asosiasi besar bagi pegiat arsitektur dan desain interior di Malaysia.

Di dalam negeri, Daikin mempertahankan kolaborasinya dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, IAI Jawa Barat dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta.

Keterlibatan berbagai asosiasi besar dari kedua negara inilah, membuat Daikin Designer Awards semakin mengukuhkan keberadaannya sebagai ajang kompetisi tahunan prestisius bagi pegiat arsitektur dan desain interior.

Terkait penyelenggaraan Daikin Designer Awards 2025, di bawah tema Originality yang dibawanya, menantang peserta untuk memberikan karya terbaik bagi hunian ataupun bangunan komersial bagi bidang usaha F&B.

Kompetisi berjalan dalam dua kategori besar yang memisahkan kelompok profesional dan mahasiswa masing-masing bagi karya arsitektur maupun desain interior.

Sementara dari sisi karya, pembagiannya berdasarkan proyek terbangun maupun karya konseptual yang wujudnya masih dalam bentuk rancangan.

Keseluruhan karya dari tiap kategori inilah yang kemudian mendapat penilaian dari panel juri yang berisi nama besar dalam bidang arsitektur maupun desain interior dari kedua negara, termasuk di dalam panel juri ini dari Indonesia yaitu Tan Tik Lam, Cosmas Gozali dan Alex Bayusaputro.

Sementara Adjunct Prof IDr Joe WH Chan, IDr Wong Pei San, dan Ar MunInn Chan, menjadi nama besar juri dari Malaysia.

Di luar Daniel Mananta, selebritis Indonesia pun berpartisipasi menjadi juri tamu khusus bagi kategori karya konseptual.

Lebih lanjut terkait penerima penghargaan Daikin Designer Awards 2025, GeTs Architects menjadi pemenang pertama pada kategori Proyek Terbangun Arsitektur dan Desain Interior.

Mengusung karya dalam judul The Steric Spes yang berasal dari gabungan kata steric dan relic, karya ini dibuat memiliki makna berupa bentuk, kenangan dan harapan.

Dibuat dengan salah satu cirinya pada fasad bernuansa dan responsif dengan lapisan sekunder berupa blok betan yang tersusun dari pola kisi-kisi.

Mendampinginya pada kategori ini, Formzero dan Anima Interior masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.

Karya pemenang pada kategori konseptual pun tak kalah memukau.

Terdiri dari dua kategori, hunian dan bangunan komersial untuk bidang usaha Food & Beverages yang diberikan pada masing-masing kelompok profesional dan mahasiswa.

Dari kelompok profesional, kategori konseptual arsitektur hunian dimenangkan Dreamlabs Architects dengan karya Weave yang mengambil inspirasi dari tradisi tenun melalui jalinan alam, tradisi dan kehidupan modern.

Bersanding dengannya, Qhawarizmi Architect dan HOW’s, masing-masing menjadi juara kedua  dan Daniel’s Choice.

Sedangkan bagi kategori konseptual arsitektur bagi bangunan bidang usaha Food & Beverages, Severus Andrew Febrian Aristoteles dengan karya berjudul In Praise of Nature menjadi pemenang utama dari bagian profesional.

Karyanya lahir dari gagasan orisinal tentang menemukan keteraturan alam yang digambarkan lewat sebuah kanopi tunggal untuk menyatukan cahaya, bayangan dan keheningan.

Juara kedua dimenangkan Fihir Utomo Associate Architects, sementara Willis Kusuma Architects terpilih sebagai pemenang Daniel’s Choice.

Malam penganugerahan ini juga menjadi malam istimewa bagi Solenne Space sebagai agensi desain interior.

Karyanya Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy, mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu kategori konseptual desain interior bagi hunian untuk kelompok profesional dan Daniel’s Choice.

Karyanya berhasil menarik perhatian juri dengan mengusung  gagasan dari eksplorasi keintiman dengan geometri pahatan, palet warna cerita dan material taktil.

Masih dari kategori yang sama, Cline & Morrow menjadi juara kedua dengan karyanya berjudul RL House.

Pada kategori konseptual desain interior bagi bangunan bidang usaha Food & Beverages dari kelompok profesional, dimenangkan Helen Agustine Studio melalui karya berjudul Seribu Rasa Kemayoran.

Karya ini mengambil konsep otentik rumah Jawa menjadi sebuah restoran Indonesia kontemporer.

Sementara AP Consultant dan Arkana Architect masing-masing memenangkan juara kedua dan Daniel’s Choice pada kategori yang sama.

Dari kelompok mahasiswa karya yang masuk tak kalah menarik.

Karya berjudul V House dari Syaukat Zidane, Micko Ferdinand Nusadi dan Rachmat Hidayat menjadi pemenang utama kategori konseptual desain interior hunian.

Di bagian konseptual arsitektur hunian bagi kelompok mahasiswa, karya berjudul Umah Nataran terpilih sebagai pemenangnya.

Ini merupakan hasil karya dua mahasiswa yaitu Muhammad Hendy Gymnastiar dan I Wayan Balitar Yana.

“Teriring dengan ucapan selamat kami bagi para pemenang pada kompetisi bergengsi ini, kami  menyampaikan harapan bagi para seluruh peserta untuk dapat terus berkarya dan menularkan inspirasi tentang hunian ideal dan bangunan komersial kepada lebih banyak orang,” terang Shinji.

Hal yang menurutnya menjadi semangat awal lahirnya kompetisi Daikin Designer Awards.

“Menjadi tempat awal bertumbuhnya ide tentang hunian ideal dan bangunan komersial  bagi masyarakat yang dapat saling menginspirasi diantara seluruh peserta,” pungkas Shinji.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved