Pemkab Gresik Segera Beton 15 Paket Jalan Poros Desa Lewat APBD
Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa terus diwujudkan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Gresik memulai pengerjaan 15 paket proyek Jalan Poros Desa (JPD) melalui program pembetonan.
- Proyek ini didanai oleh APBD dan menjadi prioritas Bupati Fandi Akhmad Yani untuk meningkatkan konektivitas ekonomi desa.
- Pengerjaan mencakup pelebaran jalan menjadi 5 meter dengan konstruksi beton setebal 30 cm di berbagai kecamatan.
- Dinas PUTR Gresik menargetkan pengerjaan di beberapa titik strategis selesai dalam waktu empat bulan.
SURYA.co.id, GRESIK - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa terus diwujudkan.
Sebanyak 15 paket proyek Jalan Poros Desa (JPD) di berbagai wilayah Kabupaten Gresik segera dikerjakan melalui program pembetonan jalan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Pembangunan Infrastruktur Fokus Utama Pemerintah Daerah
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah guna mendukung aktivitas masyarakat dan memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa.
Baca juga: Pemkab Gresik Percepat Perbaikan Jalan Poros Desa Meski Fiskal Terbatas
"Fokus pembangunan diarahkan pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil usaha dan pertanian. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, diharapkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal," ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut, percepatan pembangunan infrastruktur desa merupakan program prioritas yang terus dikawal pelaksanaannya.
Jalan Poros Desa
Penanganan Jalan Poros Desa dilakukan secara bertahap melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPRD Gresik.
"Pembangunan harus dikawal bersama agar berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran. Peran masyarakat penting dalam mengawasi setiap proses yang berjalan," ungkapnya.
Gus Yani menjelaskan, pembangunan Jalan Poros Desa menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Buka Peluang Investasi
Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, program tersebut juga diharapkan membuka peluang investasi baru, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Sebanyak 15 paket Jalan Poros Desa yang akan segera dikerjakan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik. Di Kecamatan Menganti meliputi ruas Domas-Hulaan, Randupadangan-Gempol Kurung, serta Setro-Pengalangan.
Kemudian di Kecamatan Wringinanom meliputi ruas Kepuhklagen-Batas Kabupaten Mojokerto, Kesamben Kulon-Sumbergede, dan Sooko-Pedagangan.
Sementara di Kecamatan Balongpanggang meliputi Jalan Poros Desa Karangsemanding, Banjaragung, Sekarputih, dan Karangsemanding-Banjaragung.
Paket lainnya berada di ruas Sembayat-Morobakung Kecamatan Manyar, Tambakberas dan Cerme Kidul-Betiting Kecamatan Cerme, serta Sumari-Sumengko dan Petisbenem-Wadak Kidul di Kecamatan Duduksampeyan.
Dikelompokkan Berdasarkan Kecamatan
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro mengatakan, salah satu paket pekerjaan yang telah memasuki tahap akhir proses administrasi adalah proyek Jalan Poros Desa di Kecamatan Menganti.
Menurut Eddy Pancoro, paket pekerjaan tersebut sengaja dikelompokkan berdasarkan kecamatan agar proses pelaksanaan lebih efektif dan efisien.
"Untuk di Kecamatan Menganti dilakukan pembetonan difokuskan pada tiga titik ruas jalan poros desa yang strategis dengan total panjang mencapai 880 meter," tuturnya.
Tiga ruas jalan yang menjadi prioritas di Kecamatan Menganti meliputi Randupadangan sepanjang kurang lebih 320 meter, Setro-Pengalangan sepanjang 190 meter, serta Domas-Hulaan sepanjang 175 meter.
Tidak sekadar perbaikan permukaan jalan, proyek ini menggunakan konstruksi rigid beton untuk meningkatkan kekuatan dan umur layanan jalan.
Sebelum proses pembetonan dilakukan, petugas terlebih dahulu akan memasang Tanggul Penahan Tanah (TPT) guna menjaga kestabilan struktur tanah dan mengantisipasi potensi longsor.
"Lebar jalan yang semula hanya berkisar antara 3,5 hingga 4 meter, nantinya akan diperlebar menjadi 5 meter. Sedangkan untuk spesifikasi ketebalan beton, pihak dinas terkait menerapkan standar total ketebalan hingga 30 cm," ungkap Eddy Pancoro.
Target Rampung Empat Bulan
Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh pekerjaan di tiga titik Kecamatan Menganti selesai dalam waktu empat bulan.
Namun, pelaksanaan di masing-masing ruas diperkirakan dapat rampung lebih cepat dari target tersebut.
Program pembetonan Jalan Poros Desa ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap kebutuhan masyarakat desa.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE
| Warga Surabaya Sambut Sejuknya Kota setelah Sebulan Tanpa Hujan |
|
|---|
| Kapolda Jatim Cup 2026, Polres Lamongan Tekuk Polres Tuban 3-1 |
|
|---|
| Nasib Pengajuan JC Sony Sonjaya Usai Asep Yusuf Somantri Jadi Tersangka, Penyetor Uang Korupsi MBG |
|
|---|
| Trump Batalkan Serangan Militer ke Iran, Klaim Ada Kesepakatan Besar Jelang Piala Dunia |
|
|---|
| DPP PKB Resmi Tunjuk 38 Ketua DPC se-Jawa Timur Periode 2026-2031 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gresik-dalam-meningkatkan-kualitas-infrastruktur-desa-terus-diwujudkan.jpg)