Kamis, 11 Juni 2026

BPS Sidoarjo Mulai Sensus Ekonomi 2026 dengan Integrasi Kecerdasan Buatan

Sensus Ekonomi 2026 di Sidoarjo dimulai 15 Juni. BPS gunakan teknologi AI untuk akurasi data pengembangan UMKM dan lapangan kerja.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/M Taufik
SENSUS EKONOMI 2026 – Apel pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Bahrul Amig yang mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi di Fave Hotel Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (10/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPS Kabupaten Sidoarjo resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
  • Sensus ini melibatkan 1.452 petugas dan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta big data.
  • Data hasil sensus akan menjadi landasan utama bagi kebijakan ekonomi dan pengembangan UMKM di Sidoarjo.
  • Inovasi teknologi seperti Generative AI dan Geo-tagging digunakan untuk meningkatkan akurasi pendataan lapangan.

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur (Jatim) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 1.452 petugas diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap unit usaha di wilayah tersebut.

Berbeda dengan sensus pada dekade sebelumnya, SE 2026 kini mengintegrasikan inovasi teknologi terkini. Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan big data menjadi motor utama dalam memastikan akurasi hasil pendataan.

Pentingnya Akurasi Data untuk Kebijakan Daerah

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sidoarjo, Mohammad Bahrul Amig, menegaskan bahwa hasil sensus ini sangat krusial bagi pemerintah.

Data tersebut akan menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi, pengembangan sektor UMKM, serta strategi penciptaan lapangan kerja.

"Jika data tidak akurat, program kegiatan pemerintah dipastikan tidak akan tepat sasaran. Mari kita budayakan dialog dan kebijakan yang berbasis pada data dan fakta," ujar Bahrul Amig saat apel pelepasan petugas, Rabu (10/6/2026).

Bahrul juga berpesan agar para petugas di lapangan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, serta mengedepankan prinsip senyum, sapa, dan salam agar masyarakat merasa aman.

Inovasi Teknologi BPS Sidoarjo

Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa SE 2026 dirancang untuk memotret unit usaha secara komprehensif, mulai dari skala mikro hingga korporasi besar.

Hanya sektor administrasi pemerintahan dan kegiatan rumah tangga sebagai pemberi kerja yang dikecualikan.

Untuk mendukung kualitas data, BPS menerapkan sejumlah inovasi, di antaranya:

  • Generative AI (Gen-AI): Membantu petugas menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) secara cepat dan presisi.
  • Geo-tagging: Perekaman titik koordinat lokasi usaha yang akurat pada peta digital.
  • Big Data: Penyusunan daftar awal usaha sebelum petugas turun ke lapangan.
  • Chatbot: Layanan informasi berbasis kecerdasan buatan untuk merespons pertanyaan masyarakat secara cepat.

Selain sektor ekonomi, sensus ini juga akan memperbarui data sosial ekonomi keluarga, termasuk tingkat pendidikan dan profil pekerjaan masyarakat Sidoarjo.

Persiapan telah dilakukan sejak awal Juni, termasuk melalui komunikasi digital kepada pelaku usaha skala menengah dan besar.

Sensus Ekonomi 2026, menjadi instrumen vital pemerintah daerah dalam mewujudkan kebijakan yang tepat sasaran melalui pemanfaatan teknologi data modern.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved