Selasa, 9 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis

Bupati Gresik Tekankan Pengelolaan Sampah dan Limbah di Satuan Pelayanan Gizi

Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Humas Pemkab Gresik
SPPG - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama pengelola SPPG saat kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Aula Mandala Bakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Senin (8/6/2026). Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman dan berkelanjutan. 

 

SURYA.co.id, GRESIK - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menekankan pengelolaan sampah dan air limbah domestik di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus memastikan berjalan sesuai standar regulasi nasional.

Langkah ini diambil guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menimbulkan masalah pencemaran lingkungan baru di tengah masyarakat.

Menurut Bupati Yani, Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman dan berkelanjutan.

Baca juga: Harga Beras Premium di Pasar Baru Gresik Merangkak Naik

"Karena itu, selain aspek kualitas pangan kualitas pengolahan sampah dari sumber (SPPG) sebelum ke TPST juga harus menjadi perhatian utama," kata Bupati Yani, dalam rilis Diskominfo Gresik yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Senin, (8/6/2026).

Jaga Kualitas Makanan

Menurut Bupati Yani, selain menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat pihaknya juga menyinggung Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kualitas air sebagai tiga titik krusial yang harus dipenuhi setiap operasional SPPG. 

"Terkait SLHS kita masih ada 93, diperlukan komunikasi dua arah untuk SPPG dalam pengelolaan sampah di masing masing wilayah. Mungkin masih kesulitan untuk wilayah utara karena masih belum ada TPST.  Jika wilayah selatan sudah ada TPST di Menganti dan Kedamean, maka diperlukan MoU antara DLH dan SPPG sehingga ada Implementasi," imbuhnya.

Bupati Yani yang akrab Gus Yani menambahkan, kebijakan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi lingkungan.

"Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya menyehatkan anak-anak. Tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar, hingga menjadi pelopor budaya kebersihan lingkungan bagi SPPG," katanya.

Manfaatkan Potensi Komoditas

Bupati Yani juga mendorong SPPG untuk memanfaatkan potensi komoditas yang ada di masing masing SPPG untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Seharusnya, diharapkan  potensi tersebut bisa dimanfaatkan oleh setiap SPPG dalam pemenuhan program MBG. 

"Karena Kabupaten Gresik bukan tempat penghasil buah, maka Pemkab Gresik siap mensubsidi transportasi bagi SPPG dalam pemenuhan gizi program MBG," katanya.

Wujudkan Gresik Bersih dan Sehat

Gus Yani berharap, melalui menjaga kebersihan lingkungan SPPG, sehingga bisa terbangun budaya pengelolaan sampah yang baik kepada seluruh SPPG di Kabupaten Gresik.

"Sinergi antara Pemerintah Daerah dengan SPPG dalam mewujudkan Gresik yang bersih, sehat dan berkelanjutan," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved