Senin, 8 Juni 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 6 Juni 2026: Cerah Berawan Seharian, Suhu Capai 34 Derajat Celsius

Prakiraan cuaca Surabaya Sabtu 6 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Suhu mencapai 34°C, tanpa indikasi hujan sepanjang hari.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • BMKG Juanda memprakirakan cuaca Surabaya pada Sabtu, 6 Juni 2026, didominasi cerah berawan dari pagi hingga malam.
  • Tidak terdapat indikasi hujan dalam prakiraan cuaca yang dirilis untuk Kota Surabaya.
  • Suhu udara berkisar 24–34 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 31 km/jam.
  • Warga diimbau menjaga asupan cairan dan menghindari paparan panas berlebih saat beraktivitas di luar ruangan.

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Warga Surabaya diperkirakan akan menikmati cuaca yang relatif bersahabat pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Juanda, kondisi cuaca di Kota Pahlawan didominasi oleh cerah berawan sejak pagi hingga malam hari.

Tidak terdapat indikasi hujan dalam prakiraan yang ditampilkan untuk periode tersebut.

Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan pada akhir pekan.

Meski demikian, suhu udara diprediksi cukup tinggi pada siang hari.

BMKG mencatat suhu udara di Surabaya berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius. 

Selain itu, kecepatan angin diperkirakan mencapai 31 kilometer per jam.

Kombinasi cuaca cerah berawan dan suhu yang cukup panas membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh selama beraktivitas. 

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Cuaca Pagi Hari di Surabaya

CERAH - Ilustrasi cerah berawan. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Sabtu (30/5/2026). Dominan cerah.
CERAH - Ilustrasi cerah berawan. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Sabtu (30/5/2026). Dominan cerah. (tribunnews)

Pada dini hari hingga pagi, cuaca Surabaya diprakirakan berawan hingga cerah berawan.

Rinciannya, pada pukul 01.00 WIB kondisi cuaca diperkirakan berawan.

Memasuki pukul 04.00 WIB cuaca berubah menjadi cerah berawan. 

Sementara pada pukul 07.00 WIB, langit Surabaya kembali diprediksi berawan.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas masyarakat pada pagi hari masih relatif aman dari potensi gangguan cuaca signifikan.

Bagi warga yang berolahraga atau melakukan perjalanan pagi, cuaca diperkirakan cukup mendukung.

Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 5 Juni 2026: Diprediksi Cerah Seharian, Suhu Capai 31 Derajat Celsius

Cuaca Siang Hari di Surabaya

Memasuki siang hari, cuaca Surabaya diprediksi cerah berawan.

Pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, kondisi cuaca diprakirakan tetap cerah berawan. Cuaca serupa juga berlanjut hingga pukul 16.00 WIB.

Meski tidak ada potensi hujan, suhu udara diperkirakan meningkat dan dapat mencapai angka tertinggi sekitar 34 derajat Celsius.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa gerah, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Malam Hari di Surabaya

Pada malam hari, cuaca di Surabaya masih didominasi kondisi cerah berawan.

Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca cerah berawan terjadi pada pukul 19.00 WIB dan berlanjut hingga pukul 22.00 WIB.

Kondisi tersebut mendukung berbagai aktivitas masyarakat pada malam akhir pekan, termasuk kegiatan wisata kuliner maupun perjalanan dalam kota.

Kecepatan angin yang mencapai 31 kilometer per jam juga dapat membantu mengurangi rasa panas yang masih terasa setelah siang hari.

Suhu dan Kecepatan Angin

BMKG memperkirakan suhu udara di Surabaya pada Sabtu, 6 Juni 2026, berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius.

Sementara itu, kecepatan angin diprediksi mencapai 31 kilometer per jam.

Kondisi ini masih tergolong normal untuk wilayah pesisir seperti Surabaya, namun masyarakat yang beraktivitas di area terbuka tetap perlu mewaspadai hembusan angin yang cukup kencang pada waktu tertentu.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Sabtu 6 Juni 2026

  • Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu siang yang cukup tinggi.
  • Gunakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
  • Pilih pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
  • Tetap pantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG apabila memiliki agenda perjalanan jarak jauh.

Prakiraan cuaca Sabtu, 6 Juni 2026, menunjukkan Surabaya sedang berada dalam kondisi atmosfer yang relatif stabil.

Dominasi cuaca cerah berawan sepanjang hari mengindikasikan peluang hujan cukup rendah.

Namun, suhu maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius menunjukkan paparan panas matahari masih cukup kuat pada siang hingga sore hari.

Kondisi ini umumnya menguntungkan bagi aktivitas ekonomi, wisata, maupun kegiatan masyarakat di luar ruangan, meskipun kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan akibat cuaca panas tetap perlu diperhatikan.

Pemkot Surabaya Gandeng UNDP Revitalisasi Kali Tebu dan Kali Mrutu

Program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam revitalisasi kawasan sungai Kali Tebu dan Kali Mrutu mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan. 

Melalui kolaborasi multipihak, upaya pembersihan sungai dari sampah plastik terus diperkuat.

Memasuki 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan penguatan program pembersihan Kali Tebu dan Kali Mrutu melalui penataan sejumlah infrastruktur di kawasan Kenjeran. 

Upaya tersebut kemudian mendapatkan dukungan berbagai pihak melalui Soft Launching Program Kolaboratif Pengelolaan Sampah Plastik di Sungai Surabaya bertema “Collaborative Transformation for Cleaner, Healthier, and More Sustainable Rivers”, yang digelar pada Jumat (5/6/2026).

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta United Nations Development Programme, bersama inisiatif Clean Rivers. Surabaya menjadi kota pertama dari lima lokasi implementasi nasional, yakni Surabaya, Sidoarjo, Surakarta, Bekasi, dan Bali.

Pelaksanaan program saat ini difokuskan pada dua sungai di Surabaya, yaitu Kali Tebu dan Kali Mrutu. 

Kedua lokasi tersebut menjadi titik intervensi pengurangan sampah plastik yang selama ini berpotensi mengalir ke laut.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, optimis program ini berdampak signifikan, terutama di Kali Tebu yang mampu mengangkat sekitar satu ton sampah plastik per hari. 

Telah berjalan beberapa pekan terakhir, program ini berhasil mengurangi sampah pada sungai. 

“Program ini dijalankan di Kali Tebu dan Kali Mrutu dan sangat berdampak. Setiap hari sekitar satu ton sampah plastik bisa diangkat oleh teman-teman Ecoton maupun Lohjinawi,” ujar Fikser.

Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pemilahan Sampah

Ia menjelaskan, selain pembersihan sungai, program ini juga mencakup edukasi kepada masyarakat serta pemberdayaan ekonomi melalui pemilahan sampah. 

Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin membersihkan sungai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku warga agar tidak membuang sampah ke sungai.

“Sampah yang diangkat juga dipilah dan dimanfaatkan. Bahkan ada warga yang ikut bekerja dan mendapatkan nilai ekonomis dari kegiatan ini,” tambahnya.

Fikser juga mengungkapkan bahwa hal ini sejalan dengan Wali Kota Eri Cahyadi yang menargetkan pengurangan sampah hingga 40 persen dari total produksi sampah kota. 

Saat ini, Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari, dengan sekitar 200 ton di antaranya telah terkelola melalui skema 3R dan pemulung.

Pemkot Surabaya berharap program ini dapat menekan kebocoran sampah plastik ke sungai sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Fikser menambahkan, kondisi Kali Tebu yang kini lebih bersih menjadi bukti awal perubahan perilaku warga di sekitar aliran sungai.

“Sekarang Kali Tebu sudah bersih dan bagus. Warga mulai terpanggil untuk menjaga lingkungan. Dulu saling menyalahkan, sekarang mulai sadar dan ikut menjaga,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi model nasional dalam pengelolaan sungai berbasis kolaborasi, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai kota percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

Perwakilan Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Kemenko Pangan, Ahmad Didin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme sebagai implementing agency.

“Surabaya menjadi kota pertama yang diluncurkan dan diharapkan menjadi percontohan bagi empat kota lainnya,” ujarnya.

Koordinator Pokja Perubahan Perilaku Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Sri Murwani Nurfadilastuti, menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kunci utama ada pada pemilahan sampah dari rumah tangga. Jika sudah dipilah dan dimanfaatkan, maka tidak akan lagi dibuang ke sungai,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Sekretariat Tim Penanganan Sampah Laut, Ahmad Bari Rambe, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah. Namun, juga pada pengolahan dan edukasi berkelanjutan.

"Jadi program ini bukan hanya mengambil sampah yang plastik saja tapi juga sampah organik juga. Nanti sampah-sampah ini akan dikelola ya di-recycle dan yang bernilai nanti akan dimanfaatkan," katanya di tempat yang sama. 

“Program ini juga cukup komprehensif. Tidak hanya mengambil sampah di sungai, tetapi juga mengedukasi masyarakat dan memastikan sampah yang bernilai dapat dimanfaatkan kembali,” ujarnya menambahkan. 

Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved