Selasa, 21 April 2026

Eri Cahyadi Aspal Jalan Eks Pasar Maling Wonkromo: Kemacetan Ditarget Terurai

Pemkot Surabaya mengembalikan fungsi Jalan Stasiun Wonokromo untuk mengurai kemacetan dan integrasi dengan stasiun serta penataan kawasan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
CEGAH KEMACETAN - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meninjau langsung proses pengaspalan area Jalan Stasiun Wonokromo, Selasa (21/4/2026). Ia memastikan jalan ini segera difungsikan untuk mengurai kemacetan sekaligus terintegrasi dengan Stasiun Wonokromo. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya mengembalikan fungsi Jalan Stasiun Wonokromo yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Maling untuk mengurai kemacetan.
  • Jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 4–5 meter diaspal dan ditata, termasuk pedestrian dan integrasi dengan Stasiun Wonokromo.
  • Sistem lalu lintas baru disiapkan, termasuk sinkronisasi lampu merah dengan jadwal kereta untuk mencegah antrean panjang.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri), mengembalikan fungsi Jalan Stasiun Wonokromo yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Maling Wonokromo menjadi jalan raya.

Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan, sekaligus menata kawasan agar lebih tertib dan terintegrasi dengan Stasiun Wonokromo.

Baca juga: Eri Cahyadi Geram Kali Tebu Penuh Sampah, Akan Diubah Jadi Kawasan Wisata

Jalan Diaktifkan untuk Urai Kemacetan

Wali Kota Cak Eri meninjau langsung proses pengaspalan jalan tersebut pada Selasa (21/4/2026). Ia memastikan, jalur ini segera difungsikan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

"Insya Allah jalan ini akan kami aspal sehingga jalurnya lebih lebar,” kata Cak Eri kepada SURYA.co.id di sela peninjauan.

Selama ini, jalan tersebut tidak berfungsi optimal, sehingga memicu kepadatan lalu lintas di kawasan perempatan Wonokromo.

Pelebaran dan Penataan Kawasan

Cak Eri menjelaskan, jalan yang difungsikan memiliki lebar sekitar 4–5 meter dengan panjang kurang lebih 500 meter. Penataan juga mencakup pembangunan pedestrian untuk kenyamanan pejalan kaki.

"Makanya kami perlebar jalan supaya bisa dimanfaatkan masyarakat dan mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Poin Penting Penataan

  • Jalan sepanjang ±500 meter diaspal
  • Lebar jalan sekitar 4–5 meter
  • Penambahan pedestrian untuk pejalan kaki
  • Relokasi aktivitas Pasar Maling ke lokasi resmi
  • Integrasi dengan Stasiun Wonokromo

Integrasi dengan Perlintasan Kereta

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mengatur ulang sistem lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk koordinasi dengan pihak stasiun dan Dinas Perhubungan.

Salah satu skema yang diterapkan, adalah sinkronisasi lampu lalu lintas dengan jadwal kereta api untuk mencegah antrean panjang di perlintasan sebidang.

"Kalau lampu merah duluan, tidak ada ekor kendaraan. Sekarang kan pintu sudah tertutup baru lampu merah, sehingga antreannya panjang,” jelas Cak Eri.

Pengembangan Kawasan Wisata Religi

Selain penataan lalu lintas, kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Akses menuju punden Wonokromo yang berada di samping stasiun, akan dibuka dengan pengaturan keamanan yang ketat.

“Punden ini adalah pundennya warga Wonokromo. Nanti kami buka aksesnya, tapi tetap dijaga keamanannya dengan pembatas agar tidak langsung ke rel,” tandas Cak Eri.

Pengunjung nantinya diwajibkan memarkir kendaraan di area milik KAI, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui pedestrian.

Titik Rawan Kemacetan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyebut kawasan ini selama ini menjadi titik rawan kemacetan karena berdekatan dengan Stasiun Wonokromo, pusat perbelanjaan DTC dan perlintasan sebidang.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait dan KAI. Harapannya penanganan bisa lebih cepat, sehingga titik ini bisa lepas dari kemacetan sesuai arahan Wali Kota,” ujarnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved