Sabtu, 11 April 2026

Eri Cahyadi Ancam Copot Lurah dan Camat Surabaya Jika Program Prioritas Molor

Eri Cahyadi beri ultimatum sepekan bagi lurah dan camat Surabaya untuk tuntaskan program prioritas atau kena copot jabatan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
BERI PENJELASAN - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). Wali Kota memperingatkan lurah dan camat untuk menyelesaikan sejumlah perkejaan selama satu pekan atau akan berakhir dengan copot jabatan. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Eri Cahyadi memberikan tenggat waktu satu minggu kepada lurah dan camat untuk menyelesaikan program prioritas.
  • Program utama meliputi parkir non-tunai, penataan pedestrian, Kampung Pancasila dan validasi data warga.
  • Eri mengancam akan melakukan mutasi dan pencopotan jabatan bagi pejabat yang kinerjanya lamban dan data wilayahnya tidak akurat.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri) memberikan instruksi tegas kepada seluruh lurah dan camat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Ia memberikan tenggat waktu selama sepekan agar pelaksanaan sejumlah program prioritas segera dituntaskan.

Instruksi ini disampaikan Cak Eri dalam acara pelantikan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, Kamis (2/4/2026). Cak Eri menegaskan tidak akan menoleransi keterlambatan program yang sudah direncanakan sejak lama.

Baca juga: BREAKING NEWS - Eri Cahyadi Mutasi 70 Pejabat Pemkot Surabaya: Tak Ada Matahari Kembar

ROTASI PEJABAT - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). Tercatat ada tujuh pejabat eselon II yang dilantik dan digeser jabatannya dari total sekitar 70 pejabat yang mengalami rotasi, mulai dari pejabat struktural hingga staf.
ROTASI PEJABAT - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). Tercatat ada tujuh pejabat eselon II yang dilantik dan digeser jabatannya dari total sekitar 70 pejabat yang mengalami rotasi, mulai dari pejabat struktural hingga staf. (Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway)

Program Prioritas yang Harus Dikejar

Cak Eri merinci sejumlah poin utama yang menjadi rapor merah jika tidak segera diselesaikan oleh para pemangku wilayah. Fokus utamanya adalah pengembalian fungsi fasilitas publik dan akurasi data warga.

  • Penerapan parkir non-tunai secara menyeluruh.
  • Penataan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sesuai standar.
  • Penyusunan dan pengaktifan Kampung Pancasila.
  • Penataan pedestrian agar bebas dari parkir liar dan PKL.
  • Penguatan program 'Cek In Warga' untuk validasi Satu Data.

Cak Eri menekankan, bahwa fungsi trotoar harus dikembalikan sepenuhnya untuk pejalan kaki.

"Pedestrian tidak ada lagi kendaraan di atas sana. Kemudian, tidak ada parkir yang tidak non-tunai. Kampung Pancasila harus sudah jalan," tegasnya.

Ancaman Mutasi dan Pencopotan Jabatan

Wali Kota tidak main-main dengan instruksinya. Ia menyatakan bahwa program 'Cek In Warga' harus dilakukan secara real-time untuk mendeteksi kondisi kemiskinan, stunting hingga warga lansia di setiap wilayah.

Ia mengancam akan langsung melakukan mutasi jika dalam waktu satu minggu tidak ada perubahan signifikan di lapangan.

"Setiap ada cek in warga yang tidak sama, maka siap-siaplah untuk turun dari jabatan," imbuhnya.

Cak Eri juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk tidak sungkan mengevaluasi pejabat yang lamban. Jika diperlukan, ia sendiri yang akan turun tangan melakukan pembersihan birokrasi, bagi mereka yang hanya banyak bicara namun minim aksi.

Evaluasi Kerja Tahunan Pemkot Surabaya

Langkah tegas Eri Cahyadi atau Cak Eri ini didasari oleh evaluasi kinerja tahunan Pemkot Surabaya, yang menunjukkan adanya stagnasi di tingkat kelurahan dan kecamatan. 

Program digitalisasi parkir dan penataan estetika kota menjadi sorotan, karena sering kali terhambat masalah koordinasi di lapangan.

Eri Cahyadi dikenal sebagai pemimpin yang menerapkan sistem kontrak kinerja bagi para pejabatnya. Sejak menjabat, ia konsisten menggunakan data 'Satu Data Surabaya' sebagai indikator keberhasilan lurah dan camat dalam melayani warga, khususnya dalam penanganan masalah sosial dan infrastruktur dasar.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved