Alasan Khofifah Pilih WFH Hari Rabu Bagi Pegawai Pemprov Jatim, Bukan Hari Jumat
Pemprov Jatim tetapkan WFH ASN setiap Rabu mulai 25 Maret 2026 di Surabaya demi efisiensi BBM.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Adrianus Adhi
Ringkasan Berita:
- Pemprov Jatim tetapkan WFH ASN setiap Rabu mulai 25 Maret 2026 di Surabaya.
- Hari Jumat tidak dipilih karena berpotensi long weekend dan konsumsi BBM meningkat.
- WFH bukan libur tambahan, pelayanan publik tetap 100 persen, BKD pantau absensi ASN.
SURYA.co.id, Surabaya - Pemprov Jawa Timur menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Rabu bagi ASN mulai pekan depan.
Keputusan ini diumumkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat apel Halal Bihalal di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Surabaya, Rabu (25/3/2026).
Dalam wawancara di Surabaya dengan SURYA.co.id pada Rabu (25/3/2026), Gubernur Khofifah menjelaskan alasan WFH dipilih pada hari Rabu karena ada kecenderungan ASN memanfaatkan long weekend untuk pulang kampung atau rekreasi jika WFH dilakukan pada hari Jumat.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berdekatan dengan long weekend,” tegas Khofifah.
Perhitungan jarak tempuh ASN menuju kantor rata-rata 28 km per hari juga menjadi dasar kebijakan ini. Dengan WFH di hari Rabu, efisiensi penggunaan BBM lebih terukur tanpa mengurangi ritme kerja.
Baca juga: Demi Keluarga, Dewanti Tekankan Mudik 2026 Lancar Tanpa Kendala di Jawa Timur
WFH Bukan Libur Tambahan
Khofifah menekankan bahwa WFH bukan tambahan libur atau cuti, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi.
“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat kita bekerja secara optimal,” ujarnya.
Pelayanan publik harus tetap berjalan 100 persen. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan aktif memantau absensi ASN agar kinerja tetap terjaga.
Dalam kesempatan wawancara, Khofifah menilai WFH lebih tepat dibanding Work From Anywhere (WFA). Dengan bekerja dari rumah, ASN dapat terkonfirmasi oleh keluarga sehingga lebih produktif dan mendapat dukungan moral.
“WFH di rumah seluruh anggota keluarga bisa melakukan monitoring bahwa suami/istri hingga anggota keluarga lain bisa turut mensuport sedang bekerja,” terangnya.
Momentum Pasca Lebaran
Kebijakan WFH juga bertepatan dengan semangat baru pasca Idul Fitri. Khofifah mengingatkan ASN agar menjadikan momen ini sebagai titik awal memperkuat soliditas, disiplin, dan komitmen pelayanan.
“Hari ini bukan sekadar hari pertama kita kembali bekerja, tetapi menjadi momentum reset semangat, memperkuat soliditas dan solidaritas serta komitmen kita sebagai ASN,” ungkapnya.
Nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, disiplin, dan keikhlasan harus tercermin dalam kinerja ASN. Pemerintah menegaskan ASN Jatim harus hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan masyarakat merasa aman dan terlayani.
Didukung DPRD Jatim
Sementara, DPRD Jatim mendukung kebijakan Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur setiap hari Rabu.
Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap optimal di tengah kebijakan WFH bagi ASN tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ubaidillah memahami bahwa WFH ini diambil selaras dengan kebijakan pusat yakni, sebagai upaya untuk penghematan energi akibat situasi konflik yang terjadi antara Amerika-Israel dengan Iran.
Konflik ini berimbas pada harga minyak dunia yang ikut bergejolak. Ubaid, sapaan akrab Ubaidillah, menyadari dalam situasi seperti ini perlu dilakukan WFH untuk upaya penghematan.
"Kebijakan ini saya rasa perlu dilakukan," kata Ubaid saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (25/3/2026).
Ubaid mengungkapkan, nantinya Pemprov perlu memilah posisi apa yang bisa diberlakukan WFH.
Khusus untuk yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, Ubaid berharap agar tidak perlu dilakukan WFH.
Sementara posisi lain yang tidak bersinggungan dengan pelayanan bisa WFH.
"Mungkin bisa dipilah-pilah seperti itu. Artinya, Pemprov memang harus mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait dengan hemat energi yang hari ini digalakkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," jelas politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Resmi Tetapkan WFH ASN Tiap Rabu: Demi Hemat BBM
| Rekam Jejak Hakim Purwanto yang Vonis Berbeda 2 Eks Anak Buah Nadiem Makarim di Kasus Chromebook |
|
|---|
| Profil Firnando Ganinduto, Politisi Muda Golkar yang Berani Desak Dirut KAI Mundur |
|
|---|
| Alasan Pemprov Jatim Pasang Pagar Tinggi di Jembatan Cangar, Cegah Bunuh Diri |
|
|---|
| Khofifah Gandeng Maybank Islamic, Perkuat Bank Jatim dan Ekosistem Halal |
|
|---|
| Dari Tembaga Hingga Kakao, Ekspor Jatim ke Malaysia Makin Moncer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gubernur-Khofifah-Jelaskan-Dana-Rp-68-Triliun-Pemprov-Jatim-Mengendap-di-Bank.jpg)