Sindikat Motor Curian Di Sidoarjo Terbongkar, Jual Murah Lewat FB
29 motor curian dijual via Facebook, dua penadah di Sidoarjo berhasil diringkus polisi
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Polisi ringkus dua penadah motor curian asal Sidoarjo
- Sebanyak 29 motor bodong dijual murah lewat Facebook tanpa surat
- Kasus dikembangkan, polisi buru jaringan pelaku lainnya
SURYA.CO.ID SURABAYA - Tim anti bandit Polsek Lakarsantri Surabaya meringkus dua orang diduga sebagai penadah asal Sidoarjo. Kedua tersangka ialah SW (46) asal Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Prambon dan SR (34) asal Desa Semambung, Wonoayu.
Mereka disinyalir kuat kerap menerima hasil kejahatan pencurian sepeda motor.
Hasil interogasi keduanya dagang sepeda motor bodong bermodal internet.
29 Motor Bodong Terjual Lewat FB
Sepeda motor tanpa STNK maupun BPKB dipasang di Facebook harga miring dengan alasan butuh uang cepat.
Baca juga: Seorang Perempuan Terekam Jadi Eksekutor Curanmor di Surabaya, Polisi Minta Waspada
Cara ini sengaja dilakukan selain agar barang cepat terjual sekaligus mensiasati agar sulit terlacak.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Imam Solikin mengatakan, dua penadah tersebut mengaku sudah mengedarkan sebanyak 29 sepeda motor curian.
Para tersangka masing-masing sudah memiliki maling yang langganan menjual sepeda motor kepada mereka. Keduanya memang berkongsi agar bisa terus-terusan mendapatkan barang secara ilegal.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sekitar 20 motor, ditambah sembilan. Ya 29 motor. Untuk kasusnya masih kami kembangkan lagi," kata Kompol Imam, Rabu (25/3).
Baca juga: Polisi Gagalkan Aksi Curanmor di SD Pungging Kabupaten Mojokerto, Pelaku Residivis
Kapolsek mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula penangkapan terhadap dua warga asal Karah, Surabaya inisial LD (46) dan WP (38).
Dua tersangka ini adalah pasangan suami-istri. Bukan hanya sehati, keduanya tergolong partner in crime.
Sudah 9 kali maling sepeda motor. Saking kompaknya soal urusan kriminal pernah 3 kali beraksi di kawasan G-Walk.
Bahkan keahliannya sudah pernah dijajal lintas kota, tiga kali beraksi di Kediri.
"Sekitar tiga tahun yang lalu pasangan suami istri ini mengenal salah satu penadah. Mereka awalnya jual sepeda motor dengan surat lengkap, kemudian pada sekitar Juli 2025 LD menjual sepeda motor Honda Vario 125 putih ke mereka tanpa surat-surat," katanya.
Polisi kini masih memburu jaringan lain yang diduga terlibat. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak tergiur harga murah kendaraan tanpa kelengkapan surat, karena bisa berujung pada jerat hukum.
sindikat motor curian
jual motor curian lewat FB
curanmor
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Sosok Abdullah Mahasiswa Asal Bondowoso yang Kuliah di Iran, Kini Berhasil Dipulangkan |
|
|---|
| Warga Surabaya dan Pendatang Apresiasi Parkir QRIS di Taman Bungkul, Dinilai Lebih Praktis |
|
|---|
| Sosok Mohsen Rezaee Petinggi Iran yang Tantang Trump dan Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz |
|
|---|
| Ratusan Warga Surabaya Ikuti Pelatihan BHD PPNI, Siap Jadi Penolong Pertama di Kondisi Darurat |
|
|---|
| Sosok Hendri Satrio, Analis yang Prediksi 3 Kriteria Menteri Bakal Kena Reshuffle Kabinet Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/6-Fakta-Penggerebekan-Gudang-Rongsokan-di-Sidoarjo-yang-Ternyata-Markas-Penadah-Motor-Curian.jpg)