Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2026

Kolak Ayam Sanggring Gresik: Tradisi 501 Tahun yang Dimasak Para Lelaki

Mengapa hanya laki-laki yang boleh memasak Kolak Ayam Sanggring? Intip keunikan tradisi 501 tahun di Gresik ini.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Kolak Ayam Sanggring di Desa Gumeno Gresik Jawa Timur (Jatim) telah berusia 501 tahun.
  • Uniknya, seluruh proses memasak hanya boleh dilakukan oleh kaum laki-laki.
  • Sebanyak 3.000 porsi disiapkan menggunakan 240 ekor ayam dan rempah khusus.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Tradisi Kolak Ayam atau Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), kembali menyedot perhatian ribuan warga pada malam ke-23 Ramadan 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung prosesi memasak kuliner tradisional yang telah berusia lebih dari lima abad ini di area Masjid Jami' Sunan Dalem, Kamis (12/3/2026).

Warisan budaya ini tetap dijaga keasliannya, termasuk aturan unik di mana seluruh proses memasak wajib dilakukan oleh laki-laki dan dilarang melibatkan perempuan.

Detail Bahan dan Skala Tradisi Sanggring 2026

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyiapkan porsi besar untuk melayani tamu dan masyarakat yang memadati lokasi sejak sore hari.

Data yang dihimpun menunjukkan volume bahan baku yang fantastis untuk menjaga cita rasa otentik sanggring:

  • 240 ekor ayam kampung berkualitas.
  • 225 kilogram bawang daun segar.
  • 525 butir kelapa untuk santan kental.
  • 650 kilogram gula merah sebagai pemanis alami.
  • 50 kilogram jinten bubuk untuk aroma khas.

Dari komposisi tersebut, dihasilkan sekitar 3.000 porsi Kolak Ayam Sanggring yang dibagikan secara gratis kepada jemaah dan pengunjung yang hadir.

Sejarah Sanggring: Dari Obat Menjadi Warisan Budaya

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, menjelaskan bahwa Sanggring bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan kepada Sunan Dalem.

Sunan Dalem, putra Sunan Giri, merupakan tokoh kunci yang menyebarkan Islam di pesisir utara Gresik sekitar tahun 1541 Masehi.

"Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat saat beliau sakit ketika membangun masjid di Gumeno," ujar Bupati Gus Yani.

Resep racikan Sunan Dalem tersebut terbukti mujarab menyembuhkan sakit sang ulama serta warga sekitar, sehingga tradisi ini terus dilestarikan hingga kini.

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Tradisi Sanggring secara resmi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah pusat pada tahun 2019.

Penamaan 'Sanggring' sendiri berasal dari kata 'Sang' yang berarti raja/pemimpin dan 'Gring' yang berarti sakit, merujuk pada hidangan penyembuh untuk sang raja (Sunan Dalem).

Imbauan dan Tips untuk Pengunjung

Bagi Anda yang ingin mencicipi tradisi ini tahun depan, disarankan datang lebih awal sebelum waktu berbuka puasa karena antrean warga sangat padat.

Tetap jaga ketertiban di area Masjid Jami' Sunan Dalem, dan pastikan membuang sampah pada tempat yang disediakan untuk menjaga kesucian lokasi bersejarah ini.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved