Sabtu, 18 April 2026

Kasus DBD di Sidoarjo Menurun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan di awal tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
KADINKES - Kadinkes Sidoarjo Laksmie Herawat Yuanita. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan di awal tahun ini dibandingkan tahun lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan di awal tahun ini dibandingkan tahun lalu
  • Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 20 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia. 
  • Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pada Januari 2025 sebanyak 20 kasus, Februari 2025 ada 65 kasus.

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Memasuki pengujung musim penghujan, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap meminta warga tidak lengah terhadap potensi lonjakan kasus. Supaya kasus demam berdarah tidak lagi menguat di Sidoarjo.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 20 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 85 kasus.

Pada awal tahun 2025, lonjakan kasus terjadi cukup drastis.

Pada Januari 2025 sebanyak 20 kasus, Februari 2025 ada 65 kasus.

Sementara tahun ini, hingga awal Maret 2026 tercatat cuma 20 kasus.

Baca juga: Sosok dr Lakhsmie, Alumnus FK Unair yang Resmi Jabat Kepala Dinkes Sidoarjo

 

Kadinkes Ingatkan Tetap Harus Waspada 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuanita, mengonfirmasi penurunan jumlah kasus DBD ini sebagai catatan positif bagi upaya pengendalian penyakit menular di wilayahnya.

"Meski jumlah kasus tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, masyarakat tetap harus waspada. Pencegahan harus terus konsisten dilakukan, terutama di masa transisi cuaca ini," ujar Lakhsmie, Senin (9/3/2026).

Dia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta langkah konkret 3M Plus untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Langkah tersebut meliputi : Menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain faktor lingkungan, Dinkes Sidoarjo juga mengimbau warga untuk menjaga imunitas tubuh.

Kondisi fisik yang prima menjadi pertahanan utama agar tidak mudah terpapar virus dengue di tengah cuaca yang tidak menentu.(ufi)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved